Kasus penyerangan rumah warga di Cikunir, Kota Bekasi, yang viral di media sosial berakhir damai. (Metrotvnews.com/ Antonio)
Kasus Penyerangan Rumah di Cikunir Bekasi Berakhir Damai
Antonio • 3 October 2026 13:44
Bekasi: Kasus penyerangan rumah warga di Cikunir, Kota Bekasi, yang viral di media sosial berakhir damai. Warga yang diduga melakukan penyerangan dan pemilik rumah sepakat menyelesaikan perkara tersebut melalui mekanisme restorative justice.
Kapolsek Bekasi Selatan AKP Rumangga Putratama mengatakan, kesepakatan tersebut dicapai setelah kedua belah pihak melakukan musyawarah dan mufakat untuk menyelesaikan perkara tersebut.
"Hal ini didasari oleh adanya musyawarah kedua pihak karena sama-sama sudah tahu adanya dampak hukum yang mereka perbuat dan saling melapor di Polsek Bekasi Selatan dan juga di Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota," kata Rumangga, Jumat malam, 2 Oktober 2026.
Kasus tersebut sebelumnya telah masuk tahap penyidikan hingga penetapan dua tersangka. Namun, keduanya dipulangkan setelah mencapai kesepakatan damai.
"Hal ini juga sudah sampai tahap penyidikan dan akhirnya karena ada musyawarah dan ada juga pencabutan laporan polisi dari kedua belah pihak, akhirnya kita damaikan," ujar Rumangga.
Rumangga mengatakan, kedua belah pihak telah membuat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannya. Jika kembali terjadi permasalahan di lingkungan warga, pihak yang bersangkutan diminta melaporkannya ke Polsek terdekat.
"Sehingga apa pun itu yang terjadi bisa kita cari solusi yang terbaik, bukan dengan cara kekerasan ataupun main hakim sendiri," tutur Rumangga.

(tangkapan layar)
Polisi meminta pihak bengkel tidak lagi menggunakan knalpot bersuara keras. Bengkel juga diminta tidak memberikan fasilitas kepada pengendara untuk menggunakan knalpot tersebut.
"Karena itu sangat meresahkan warga, apalagi digunakan di perumahan," ungkap Rumangga.