Ketua DPR: Surveilans Hantavirus Harus Diperkuat

Ketua DPR Puan Maharani. Foto: ANTARA/YouTube/TVR Parlemen/Fath Putra Mulya.

Ketua DPR: Surveilans Hantavirus Harus Diperkuat

Fachri Audhia Hafiez • 12 May 2026 04:30

Jakarta: Ketua DPR Puan Maharani mengingatkan pemerintah agar pemantauan dan pengintaian (surveilans) terhadap ancaman Hantavirus terus diperkuat. Hal ini ditekankan meskipun sejumlah kasus suspek di Kulon Progo dan Jakarta telah dinyatakan negatif oleh otoritas kesehatan.

“Kita bersyukur temuan suspek Hantavirus di Kulon Progo dan warga negara asing di Jakarta yang masuk kontak erat klaster MV Hondius telah dinyatakan negatif. Namun, pemantauan dan surveilans harus terus diperkuat,” ujar Puan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 11 Mei 2026.
 


Puan menilai ancaman penyakit berbasis lingkungan sering kali muncul di wilayah dengan kapasitas layanan kesehatan yang belum merata. Oleh karena itu, ia mendesak pemerintah pusat untuk memastikan kesiapan daerah, mulai dari fasilitas medis hingga kecepatan sistem pelaporan deteksi dini.

“Termasuk kesiapan fasilitas kesehatan dan tenaga medis, laboratorium dan sarana penunjang lainnya, serta mekanisme deteksi dini dan pelaporan yang cepat. Tentunya perlindungan masyarakat di wilayah yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi harus menjadi perhatian,” tegas Puan.

Politikus PDI Perjuangan ini menambahkan bahwa masyarakat perlu merasakan kehadiran negara sejak tahap awal munculnya ancaman kesehatan. DPR melalui alat kelengkapan dewan akan memastikan pemerintah bergerak secara transparan dan terukur agar tidak menimbulkan kepanikan publik.

Menurut Puan, keberhasilan penanganan ancaman kesehatan tidak hanya dilihat dari angka kasus yang rendah, tetapi juga dari kemampuan negara dalam menjaga ketenangan dan kepercayaan warga.

“Juga dengan membangun kepercayaan publik dan memastikan setiap warga merasa terlindungi ketika menghadapi potensi risiko kesehatan baru,” ucap dia.


Ilustrasi virus. Foto: Freepik.com.

Isu Hantavirus kembali mencuat setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memantau wabah di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari Argentina. Dalam laporan awal Mei 2026, tercatat tiga orang meninggal dunia dari tujuh orang yang jatuh sakit di atas kapal tersebut. 

Meski WHO menduga infeksi terjadi sebelum penumpang naik kapal, potensi penularan antarmanusia masih terus didalami.

Di dalam negeri, Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo memastikan bahwa hingga saat ini hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sejumlah pihak yang sempat diduga terpapar menunjukkan hasil negatif.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)