Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares. (Anadolu Agency)
Spanyol Sebut Israel Terapkan 'Strategi Gaza' di Lebanon
Muhammad Reyhansyah • 21 April 2026 19:47
Madrid: Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menyatakan bahwa Israel menerapkan pola strategi militer yang sama di Lebanon selatan seperti yang dilakukan di Gaza.
Ia juga menegaskan bahwa Israel tidak dapat mempertahankan hubungan normal dengan Uni Eropa di tengah dugaan pelanggaran hak asasi manusia.
Dalam wawancara dengan penyiar publik RTVE, Albares mengatakan situasi di Lebanon menunjukkan pola yang mencakup penghambatan kehidupan normal warga sipil, penghancuran infrastruktur sipil, pelanggaran hukum internasional secara terang-terangan, serta perintah pengungsian paksa yang mencegah warga kembali ke tempat tinggal mereka.
Ia juga menyinggung adanya serangan dari kedua pihak terhadap pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon.
Menurut Albares, rangkaian tindakan tersebut mengindikasikan upaya Israel untuk menguasai sebagian wilayah negara berdaulat.
“Ini akan sangat serius bagi stabilitas Timur Tengah dan bahkan bagi keamanan Israel sendiri,” ujarnya, dikutip dari TRT World, Selasa, 21 April 2026.
Albares memperingatkan bahwa Israel “sedang membawa Timur Tengah menuju perang tanpa akhir.”
Ia juga kembali menegaskan dorongan Spanyol agar Uni Eropa menangguhkan Perjanjian Asosiasi dengan Israel, yang akan ia suarakan dalam pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa.
“Israel harus memahami bahwa tidak mungkin memiliki hubungan normal ketika hak asasi manusia dilanggar secara terang-terangan,” kata Albares.
Sikap Spanyol soal Selat Hormuz
Terkait konflik regional yang lebih luas, Albares menegaskan bahwa Spanyol tidak akan terlibat dalam operasi militer di Selat Hormuz, meskipun ketegangan masih tinggi di kawasan tersebut.“Kami tidak akan berpartisipasi dalam operasi militer apa pun di selat tersebut,” ujarnya, seraya menekankan bahwa Spanyol lebih memilih solusi diplomatik.
Pernyataan ini muncul setelah Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sebelumnya menyebut Inggris dan Prancis akan memimpin misi multinasional yang bersifat defensif dan damai untuk melindungi jalur tersebut setelah konflik mereda.
Albares menyerukan agar Selat Hormuz kembali menjadi jalur pelayaran yang bebas, aman, dan terbuka bagi semua kapal tanpa diskriminasi. Ia juga menilai mekanisme verifikasi di masa depan seharusnya dipimpin oleh PBB.
Selain itu, ia memperingatkan meningkatnya ketegangan militer antara Iran dan Amerika Serikat, serta mendesak Teheran untuk berpartisipasi dalam perundingan damai di Pakistan guna mencegah eskalasi lebih lanjut.
Baca juga: Negara-Negara Eropa Terpecah Sikapi Serangan AS-Israel ke Iran