Salah satu sapi kurban Presiden Prabowo Subianto yang diserahkan ke Masjid Istiqlal, Jakarta. Foto: Metro TV/Iqbal.
Legislator Sebut Bantuan Sapi Kurban Presiden Dinilai Lazim
Anggi Tondi Martaon • 27 May 2026 13:54
Jakarta: Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, menegaskan tak ada yang salah dengan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk program bantuan kurban Presiden Prabowo Subianto. Penggunaan uang negara untuk kegiatan sosial kemasyarakatan merupakan hal yang lazim dilakukan oleh seorang kepala negara.
"Ini hal yang biasa dalam persoalan kenegaraan. Presiden sebagai kepala negara memang memiliki anggaran yang diperuntukkan membantu masyarakat," kata Sugiat melalui keterangan tertulis, Rabu, 27 Mei 2026.
Politikus Partai Gerindra itu menepis menepis anggapan bahwa penggunaan APBN untuk kurban presiden merupakan kebijakan yang baru terjadi pada masa pemerintahan Presiden Prabowo. Menurut dia, mengatakan program bantuan kurban tersebut telah berlangsung sejak lama.
Sugiat menekankan bantuan Kepala Negara kepada masyarakat tidak hanya dalam bentuk hewan kurban. Dia menuturkan, anggaran bantuan Presiden juga digunakan untuk mendukung berbagai sektor lain yang menyentuh kepentingan publik.
"Bukan hanya kurban. Bantuan Presiden juga banyak untuk pendidikan, kesehatan, sampai fasilitas publik. Jadi jangan melihat ini seolah sesuatu yang baru," sebut Sugiat.
.jpeg)
Sapi kurban Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan melalui Masjid Istiqlal. Foto: Metro TV/Iqbal.
Legislator asal Dapil Sumut III itu mengajak masyarakat melihat nilai manfaat dari bantuan yang diberikan. "Dengan adanya hewan kurban ini, ada ribuan masyarakat yang terbantu khususnya di momen Iduladha ini," ujar Sugiat.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Semua hewan kurban tersebut berasal dari peternak lokal dan memiliki kualitas premium dengan bobot di atas 800 kilogram hingga 1,3 ton.
Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro pengadaan sapi kurban berasal dari APBN melalui anggaran bantuan presiden untuk kemasyarakatan dengan nilai sekitar Rp100 miliar. Adapun harga sapi disesuaikan dengan bobot dan lokasi masing-masing daerah.
"Jadi kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah. Kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp100-an miliar," ucapnya.