AS-Iran Sepakat Damai, DPR Ingatkan Pentingnya Politik Bebas Aktif

Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini. Foto: ANTARA/HO-DPR.

AS-Iran Sepakat Damai, DPR Ingatkan Pentingnya Politik Bebas Aktif

Fachri Audhia Hafiez • 16 June 2026 12:58

Jakarta: Anggota Komisi I DPR, Amelia Anggraini, menilai Indonesia harus mengapresiasi tercapainya kesepahaman antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk menghentikan eskalasi konflik serta membuka kembali ruang diplomasi. Prinsip politik luar negeri bebas aktif dinilai menempatkan Indonesia pada posisi yang konsisten dalam mendukung perdamaian global dan menolak perang.

"Di forum global, Indonesia perlu terus mendorong de-eskalasi, dialog, dan penyelesaian damai," tegas Amelia di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 16 Juni 2026.

 

Baca Juga :

Amelia menambahkan setiap langkah menuju penghentian permusuhan, perlindungan warga sipil, serta jaminan kebebasan navigasi dan kelancaran arus energi global sangat patut diapresiasi. Pasalnya, stabilitas di kawasan Teluk berdampak langsung pada rantai pasok, harga energi, perdagangan internasional, dan situasi ekonomi negara-negara berkembang.

Dia mengingatkan agar kesepakatan tersebut dikawal dengan komitmen nyata dari semua pihak. Menurut Amelia, diplomasi tidak boleh berhenti pada pernyataan politik semata, melainkan harus dilanjutkan dengan mekanisme yang jelas, terukur, dan menghormati hukum internasional.

"Tercapainya kesepahaman itu merupakan perkembangan positif, bukan hanya bagi kedua negara, tetapi juga bagi stabilitas kawasan Timur Tengah dan kepentingan dunia yang lebih luas," ujar Amelia.


Bendera Amerika Serikat dan Iran. (EPA-EFE)

Presiden AS Donald Trump menyatakan pada Minggu, 14 Juni 2026, bahwa kesepakatan perdamaian AS-Iran telah rampung. Selat Hormuz juga akan dibuka kembali setelah penandatanganan kesepakatan resmi pada Jumat, 19 Juni 2026 mendatang.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah rampung," tulis Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social.

Dalam unggahan tersebut, Trump menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti perdamaian ini melalui jalur maritim yang sempat memanas.

"Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, secara bersamaan, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut AS," ucap Trump.

(Fachri Audhia Hafiez)