Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto. Foto: ANTARA/Ilham Kausar.
Polda Metro Jaya Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Fachri Audhia Hafiez • 15 March 2026 18:38
Jakarta: Polda Metro Jaya berkomitmen mengusut tuntas kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Fokus utama kepolisian saat ini adalah mengungkap identitas serta menangkap dalang di balik aksi kriminal yang dinilai mencederai demokrasi tersebut.
"Fokus utama Kepolisian adalah mengungkap identitas serta menangkap pelaku di balik aksi kriminal yang mencederai demokrasi tersebut melalui pendekatan scientific crime investigation," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, dalam keterangan tertulisnya, dilansir Antara, Minggu, 15 Maret 2026.
Budi menjelaskan bahwa Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, telah memberikan atensi khusus agar kasus ini menjadi prioritas utama. Tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya kini tengah melakukan analisa mendalam berbasis sains kriminalitas di lapangan.
"Mari kita beri ruang kepada tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk bekerja cepat segera mengungkap dan menangkap pelakunya," kata Budi.
Sebagai langkah responsif, Polda Metro Jaya telah mendirikan posko pengaduan khusus gangguan terhadap aktivis di Lobby Gedung Ditreskrimum. Masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini diimbau untuk melapor melalui Call Center 110 atau Hotline 0812-8559-9191 dengan jaminan kerahasiaan identitas.
"Kepada seluruh saksi yang mendengar, melihat, mengetahui atau mengalami langsung kejadian ini, kami mohon bantuannya untuk memberikan informasi kepada kami," tegasnya.
.jpg)
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan langsung pengusutan kasus ini secara transparan dan profesional. Kapolri memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara objektif berdasarkan bukti-bukti ilmiah.
“Jadi terkait perkembangan penyiraman aktivis, saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional dan transparan,” ujar Listyo saat meninjau Stasiun Gubeng Surabaya.
Sigit menambahkan bahwa saat ini penyidik sedang mengumpulkan dan mendalami setiap informasi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut secara bertahap. Hal ini dilakukan guna memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif dan memberikan perlindungan hukum bagi setiap warga negara, termasuk para aktivis.
“Saat ini kami sedang melakukan pengumpulan informasi dan informasi tersebut nantinya akan kita dalami satu per satu,” kata Listyo.