Harga Emas Naik Tipis, Kebijakan The Fed Masih Jadi Perhatian

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga Emas Naik Tipis, Kebijakan The Fed Masih Jadi Perhatian

Eko Nordiansyah • 28 July 2026 08:40

Chicago: Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan Senin, 27 Juli 2026 waktu setempat, didorong meredanya kekhawatiran inflasi setelah harga minyak turun menyusul meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang akan diumumkan pekan ini.

Dikutip dari Investing, Selasa, 28 Juli 2026, harga emas spot naik 0,6 persen menjadi USD4.076,80 per ons, sedangkan harga emas berjangka menguat 0,2 persen ke USD4.079,00 per ons.

Kenaikan tersebut memperpanjang penguatan setelah pada Jumat lalu harga emas mengakhiri tren pelemahan selama dua pekan. Namun, pergerakan itu masih terbatas karena investor tetap berhati-hati menjelang keputusan kebijakan moneter bank sentral AS.

Pasar tunggu keputusan The Fed

Federal Reserve secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam rapat kebijakan yang berakhir Rabu waktu setempat. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas suku bunga tetap berada di kisaran 62 persen.

Meski demikian, ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter masih berubah-ubah seiring dinamika geopolitik di Timur Tengah dan pergerakan harga energi.

Investor juga akan mencermati pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh untuk memperoleh petunjuk mengenai prospek inflasi dan arah kebijakan suku bunga berikutnya.

(Ilustrasi. Foto: Dok Bappebti)

Sejak menjabat, Warsh menegaskan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga. Ia juga meluncurkan evaluasi terhadap sejumlah aspek operasional The Fed, termasuk strategi komunikasi dan kerangka kebijakan inflasi.

Selain keputusan suku bunga, pelaku pasar akan memantau rilis produk domestik bruto (PDB) AS kuartal II serta indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) Juni yang menjadi indikator inflasi pilihan The Fed.

"FOMC kemungkinan kembali mempertahankan suku bunga dana federal di kisaran 3,5 hingga 3,75 persen. Namun, pasar juga akan memperhatikan apakah ada anggota yang menyampaikan dissenting opinion, perubahan bahasa dalam pernyataan kebijakan, serta konferensi pers Ketua Kevin Warsh," kata Kepala Ekonom Macquarie David Doyle.

Penurunan harga minyak menopang emas

Harga emas juga mendapat dukungan setelah harga minyak dunia turun tajam akibat meredanya konflik AS-Iran.

The New York Times melaporkan Presiden Donald Trump menghentikan rencana memperluas operasi militer AS di Iran setelah berdiskusi dengan para penasihat utama dan pejabat senior pemerintah. Keputusan tersebut disebut dipengaruhi menipisnya persediaan sistem pertahanan udara Pentagon.

Di sisi lain, Iran menghentikan serangan balasan selama jeda operasi militer AS masih berlangsung. Kondisi tersebut meredakan kekhawatiran gangguan pasokan energi global yang sebelumnya sempat mendorong harga minyak melonjak sekitar 20 persen dalam dua pekan terakhir.

"Saya pikir ada kemungkinan besar kita bisa mencapai kesepakatan. Jika itu terjadi, tentu akan menjadi perkembangan yang baik. Jika tidak, kami akan kembali melakukan langkah yang sebelumnya kami ambil," ujar Trump kepada wartawan.

(Eko Nordiansyah)