Sakit Hati Dikucilkan, Motif ABH Ledakkan Bom di SMAN 72 Jakarta

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto. Foto: Metrotvnews.com/Siti Yona Hukmana.

Sakit Hati Dikucilkan, Motif ABH Ledakkan Bom di SMAN 72 Jakarta

Fachri Audhia Hafiez • 5 February 2026 20:41

Jakarta: Polda Metro Jaya mengungkapkan motif di balik aksi nekat anak berhadapan dengan hukum (ABH) yang melakukan peledakan di SMAN 72 Jakarta pada Jumat, 7 November 2025 lalu. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku melakukan aksi tersebut lantaran merasa sakit hati dan dendam akibat perlakuan teman-temannya di sekolah.

"Khususnya, perlakuan dari sejumlah teman yang dinilai sering mengucilkannya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 5 Februari 2026.
 



Budi menjelaskan bahwa ABH tersebut mengalami tekanan psikologis yang berkepanjangan. Berdasarkan pengakuan pelaku, aksi perundungan atau bullying berupa ejekan dan sebutan merendahkan sudah diterimanya sejak duduk di bangku SMP hingga berlanjut ke jenjang SMA.

"Karena lebih sering bergaul dengan teman perempuan dan situasi serupa berlanjut saat SMA. Atas dasar itu, ABH mengaku kemudian memutuskan untuk melakukan aksi pemboman di sekolah," ujar Budi.

Terkait perkembangan kasus hukumnya, Polda Metro Jaya menyatakan telah merampungkan berkas perkara dan melimpahkannya ke pihak kejaksaan. Penyidik kini tengah menunggu kepastian kelengkapan berkas untuk segera disidangkan.
 

"Saat ini penyidik menunggu P-21 setelah petunjuk jaksa pada P-19 dipenuhi," kata Budi.

Dalam proses penyidikan, polisi juga telah memintai keterangan orang tua ABH melalui sarana telekonferensi. Sementara itu, kondisi ABH saat ini dilaporkan dalam keadaan baik dan tengah mendapatkan pendampingan di Rumah Aman.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)