Bitcoin Turun 2% di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran dan Ketidakpastian The Fed

Ilustrasi. Foto: dok Istimewa.

Bitcoin Turun 2% di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran dan Ketidakpastian The Fed

9 July 2026 10:52

New York: Harga bitcoin melemah lebih dari dua persen pada perdagangan Rabu setelah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menekan sentimen pelaku pasar. Di saat yang sama, investor juga mencermati risalah rapat Federal Reserve (The Fed) yang menunjukkan ketidakpastian terhadap arah kebijakan suku bunga.

Mengutip Investing.com, Kamis, 9 Juli 2026, bitcoin sebagai mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, tercatat turun 2,1 persen menjadi USD62.115,3. Sebelumnya, aset digital tersebut sempat diperdagangkan di atas USD64.600 pada awal pekan.

Tekanan terhadap bitcoin muncul setelah eskalasi konflik antara AS dan Iran meningkat dalam beberapa hari terakhir. Militer AS melancarkan serangan terhadap Iran sebagai respons atas serangan terhadap tiga kapal tanker minyak komersial di sekitar Selat Hormuz. Iran kemudian melakukan serangan balasan, sementara Presiden AS Donald Trump meningkatkan pernyataan keras terhadap Teheran.

Dalam pertemuan puncak NATO di Turki, Trump menyatakan gencatan senjata antara AS dan Iran telah berakhir serta membuka kemungkinan aksi militer lanjutan terhadap Iran. Perkembangan tersebut turut mendorong lonjakan harga minyak. Minyak mentah Brent sempat menembus USD80 per barel pada perdagangan Rabu, level tertinggi sejak 22 Juni.
 

 

Risalah The Fed soroti ketidakpastian arah suku bunga


Pelaku pasar juga mencermati risalah rapat Federal Reserve pada Juni yang mengungkapkan adanya perbedaan pandangan di kalangan pembuat kebijakan mengenai prospek suku bunga.

Dalam pertemuan 16–17 Juni, para pejabat The Fed menilai inflasi masih berada pada level tinggi, yang sebagian dipengaruhi oleh kenaikan harga energi akibat konflik di Timur Tengah. Sejumlah peserta bahkan menyampaikan pandangan untuk menaikkan suku bunga lebih cepat.

Risalah tersebut juga menunjukkan sebagian besar peserta melihat kemungkinan inflasi kembali menuju target 2 persen. Namun, mereka juga menilai inflasi berpotensi bertahan tinggi apabila permintaan tetap kuat, konflik geopolitik berlanjut, atau dampak tarif perdagangan meningkat.

Kondisi suku bunga yang tinggi umumnya memberikan tekanan terhadap aset berisiko, termasuk mata uang kripto.


(Ilustrasi. Foto: dok KBI)
 

Arus dana ETF Bitcoin tetap positif


Meski harga Bitcoin terkoreksi, minat investor institusi masih relatif kuat. Berdasarkan data SoSoValue, dana yang diperdagangkan di bursa (spot Bitcoin ETF) yang tercatat di Amerika Serikat membukukan arus masuk bersih selama tiga hari berturut-turut hingga Selasa.

Arus dana tersebut membantu menopang pemulihan harga Bitcoin dari posisi terendah pada akhir Juni, meski secara mingguan aliran dana masih mencatatkan arus keluar bersih setelah penarikan besar pada sesi sebelumnya.

Di sisi regulasi, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) berpotensi mengajukan rancangan aturan baru mengenai aset kripto dalam waktu dekat.

Berdasarkan agenda penyusunan regulasi terbaru, proposal yang dikenal sebagai Reg Crypto diperkirakan memberikan kejelasan hukum serta kemudahan bagi perusahaan rintisan kripto dalam memenuhi persyaratan regulasi dan penggalangan dana.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya SEC menyusun kerangka regulasi aset digital yang lebih jelas di tengah pembahasan regulasi kripto yang lebih luas oleh Kongres AS.
 

Daftar terbaru harga aset kripto


Pelemahan tidak hanya terjadi pada bitcoin. Sejumlah aset kripto utama lainnya juga ditutup di zona negatif. Berikut daftarnya:
  • Ethereum turun 2,1 persen menjadi USD1.735,98.
  • XRP melemah 2,2 persen menjadi USD1,0888.
  • Solana terkoreksi 4,5 persen. 
  • Cardano turun 4,5 persen.
  • Dogecoin turun 2,1 persen.