Kemarau Panjang, 311,8 Hektare Sawah di Tangerang Terancam Gagal Panen

Seorang petani menabur pupuk urea pada tanaman padi yang mengalami kekeringan. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/agr

Kemarau Panjang, 311,8 Hektare Sawah di Tangerang Terancam Gagal Panen

Hendrik Simorangkir • 16 September 2026 07:55

Tangerang: Sebanyak 311,8 hektare lahan sawah di Kabupaten Tangerang terancam gagal panen atau puso. Kondisi tersebut berpotensi meluas akibat kemarau berkepanjangan.

"Data per 14 September 2026 area terdampak puso seluas 311,8 Hektare. Dan diperkirakan akan bertambah sejalan dengan kondisi iklim sesuai dengan prakiraan cuaca dari BMKG," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, Selasa, 15 September 2026.


Menurut Ujang, lahan pertanian yang terancam gagal panen tersebar di 17 kecamatan. Lahan tersebut berada di 27 desa di Kabupaten Tangerang.

"Sebaran yang berpotensi mengalami gagal panen meliputi, Kecamatan Cisoka, Tigaraksa, Gunung Kaler, Kronjo, Solear, Panongan, Teluknaga, Mekar Baru, Jambe, Pakuhaji, Sindang Jaya, Rajeg, Kemeri, Sukadiri, Mauk, Sukamulya dan Kresek," jelas Ujang. 


Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono. Metrotvnews.com/Hendrik Simorangkir


Untuk mengantisipasi gagal panen tersebut, pihaknya telah menyiapkan benih pengganti untuk para petani. "Kami berkolaborasi dengan Pemprov Banten, berupaya menyiapkan benih pengganti bagi para petani yang mengalami puso," ungkap Ujang. 

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Tangerang, sebanyak 25 kecamatan berstatus awas bencana kekeringan. Kondisi tersebut dipicu kemarau ekstrem akibat fenomena El Nino Godzilla.

(Silvana Febiari)