Emas batangan. Foto: Xinhua.
Harga Emas Dunia Naik Lagi, Curi Momentum saat Dolar AS Tergelincir
Husen Miftahudin • 19 September 2026 07:44
Chicago: Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan Jumat waktu setempat. Penguatan didukung pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan berlanjutnya penurunan harga minyak.
Kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun menjadi tekanan bagi harga emas sepanjang pekan. Namun, tekanan tersebut diimbangi oleh penurunan harga minyak mentah.
Mengutip Investing.com, Sabtu, 19 September 2026, harga emas spot naik 0,9 persen menjadi USD4.379,59 per ons. Sementara itu, harga emas berjangka menguat 0,4 persen menjadi USD4.417,84 per ons.
Dalam sepekan, harga emas spot naik 0,8 persen, sedangkan emas berjangka menguat 0,2 persen.
Keputusan The Fed jadi perhatian pasar
Keputusan suku bunga The Fed menjadi salah satu perhatian utama pelaku pasar logam mulia sepanjang pekan. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu memutuskan menaikkan suku bunga dana federal menjadi 3,75 persen hingga 4,00 persen dari 3,50 persen sampai 3,75 persen. Keputusan tersebut diambil secara bulat.
Pelaku pasar turut mencermati Ringkasan Proyeksi Ekonomi terbaru The Fed serta konferensi pers setelah keputusan suku bunga yang disampaikan Ketua The Fed Kevin Warsh.
Ekspektasi kenaikan suku bunga telah meningkat menjelang keputusan FOMC. Peluang kenaikan suku bunga mencapai sekitar 90 persen, didorong kenaikan harga minyak, data ekonomi AS, dan tekanan di pasar obligasi.
Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS kembali meningkat pada perdagangan Jumat. Imbal hasil obligasi acuan tenor 10 tahun naik 5,5 basis poin menjadi 5,002 persen. Pada awal pekan, imbal hasil obligasi tenor 10 tahun sempat mencapai level tertinggi dalam lebih dari 19 tahun.
Kenaikan imbal hasil obligasi menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pasar emas. Aset emas tidak memberikan imbal hasil berkala seperti obligasi sehingga kenaikan imbal hasil surat utang dapat meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas.
.jpg)
(Grafik pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
Emas sempat tertekan usai keputusan Fed
Harga emas sempat menyentuh level terendah dalam hampir enam pekan pada Rabu setelah keputusan The Fed menaikkan suku bunga.
Suku bunga yang lebih tinggi cenderung memberikan tekanan terhadap aset yang tidak menghasilkan imbal hasil seperti emas. Kebijakan tersebut juga dapat menopang dolar AS sehingga emas menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Meski demikian, kekhawatiran terhadap inflasi yang dipicu sektor energi masih menjadi perhatian pelaku pasar.
Proyeksi suku bunga terbaru The Fed juga menunjukkan perubahan terhadap perkiraan waktu pencapaian target inflasi jangka panjang sebesar 2 persen.