Emas batangan. Foto: Investopedia.
Harga Emas Pekan Depan Berpotensi Tertekan, Begini Proyeksinya
Husen Miftahudin • 18 September 2026 11:21
Jakarta: Harga emas dunia atau XAU/USD berpotensi menghadapi tekanan pada perdagangan pekan depan setelah pergerakannya memasuki fase bearish pada timeframe harian (daily). Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menilai harga emas saat ini membentuk secondary trend dan masih tertahan di sekitar level resistance USD4.357.
Level tersebut menjadi perhatian karena berada di dekat zona resistance kuat USD4.357-USD4.403. Selama XAU/USD belum mampu menembus sekaligus bertahan di atas area tersebut, tekanan bearish masih berpotensi berlanjut. Dalam skenario pelemahan, harga emas berpeluang kembali bergerak menuju support terdekat di level USD4.282.
Selain struktur tren, pola Head and Shoulders yang terbentuk pada grafik harian menjadi salah satu indikator yang diperhatikan dalam membaca prospek harga emas. Pola tersebut dapat mengindikasikan potensi pelemahan apabila harga gagal menembus resistance dan tekanan jual kembali meningkat. Karena itu, level USD4.282 menjadi salah satu area penting yang perlu dicermati pada perdagangan pekan depan.
Meski prospek teknikal masih menghadapi tekanan, pasar emas mendapat dorongan positif pada perdagangan terbaru. Harga emas sempat menguat lebih dari dua persen setelah dolar AS dan imbal hasil Treasury 10 tahun melemah.
"Penurunan harga minyak juga turut meredakan kekhawatiran terhadap inflasi sehingga memberikan ruang bagi harga emas untuk melakukan pemulihan," jelas Geraldo dalam analisis hariannya.
Kebijakan Fed jadi tantangan
Menurut Geraldo, pemulihan harga emas berlangsung di tengah kebijakan moneter Amerika Serikat yang masih cenderung ketat. Federal Reserve atau The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan terbarunya dan memberikan sinyal kenaikan lanjutan masih terbuka.
Proyeksi terbaru menunjukkan 16 dari 18 pejabat The Fed melihat setidaknya satu kenaikan suku bunga tambahan hingga akhir tahun. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi emas karena suku bunga yang lebih tinggi dapat meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar dan instrumen yang memberikan imbal hasil.
Pergerakan dolar AS juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Penguatan dolar cenderung memberikan tekanan terhadap harga emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar AS.
Imbal hasil Treasury Amerika Serikat juga akan menjadi perhatian pasar pada pekan depan. Yield Treasury 10 tahun sempat menembus level lima persen pada awal pekan seiring meningkatnya ekspektasi suku bunga AS bertahan tinggi di tengah kekhawatiran inflasi.
Yield yang tinggi dapat meningkatkan opportunity cost dalam memegang emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga. Sebaliknya, pelemahan yield dapat memberikan ruang bagi emas untuk kembali diminati. Pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS karena itu menjadi salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi harga emas.
Di sisi lain, pelemahan harga minyak dapat menjadi faktor pendukung bagi emas. Penurunan harga energi berpotensi mengurangi tekanan inflasi dan memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter. Dalam perdagangan terbaru, penurunan harga minyak menjadi salah satu faktor yang membantu mendorong pemulihan harga emas.
Dengan demikian, pergerakan XAUUSD pada pekan depan akan dipengaruhi tarik-menarik antara kebijakan The Fed yang cenderung hawkish dengan pergerakan dolar AS dan yield Treasury.
"Jika dolar AS dan yield Treasury kembali meningkat, tekanan terhadap harga emas berpotensi muncul kembali. Sebaliknya, pelemahan kedua indikator tersebut dapat membuka ruang bagi emas untuk mempertahankan pemulihan," tutur dia.
.jpg)
(Grafik pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
Cermati resistance USD4.357-USD4.403
Dari sisi teknikal, area USD4.357-USD4.403 menjadi resistance utama yang perlu diperhatikan. Kemampuan XAU/USD menembus dan bertahan di atas zona tersebut akan menjadi salah satu faktor penting dalam melihat perubahan struktur harga.
Sementara itu, jelas Geraldo, kegagalan menembus resistance dapat membuat harga kembali menghadapi tekanan dan menguji support USD4.282.
Secara keseluruhan, berdasarkan analisis Dupoin Futures, prospek harga emas pekan depan masih menghadapi risiko pelemahan selama XAU/USD belum mampu melewati resistance USD4.357-USD4.403.
"Level support USD4.282 berpotensi menjadi area pengujian apabila tekanan bearish kembali menguat. Selain level teknikal, pasar akan mencermati pergerakan dolar AS, Treasury yield, harga minyak, serta ekspektasi terhadap kebijakan The Fed sebagai katalis pergerakan emas," tutup Geraldo.