Harga Emas Dunia Naik 1,9%, Tembus USD4.346/Troy Ons

Ilustrasi emas batangan. Foto: fox5ny.com

Harga Emas Dunia Naik 1,9%, Tembus USD4.346/Troy Ons

Husen Miftahudin • 18 September 2026 08:39

Chicago: Harga emas spot menguat pada perdagangan Kamis waktu setempat setelah melemah selama tiga sesi berturut-turut. Penguatan terjadi sehari setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun.
 
Pergerakan emas turut didukung pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) serta penurunan harga minyak mentah. Kedua faktor tersebut menjadi perhatian pelaku pasar setelah keputusan terbaru The Fed.
 
Mengutip Investing.com, Jumat, 18 September 2026, harga emas spot naik 1,9 persen menjadi USD4.346,62 per ons. Sementara itu, harga emas berjangka turun 0,1 persen menjadi USD4.385,17 per ons.
 

 

The Fed naikkan suku bunga

 
Harga emas spot sebelumnya turun 1,8 persen selama tiga sesi perdagangan seiring meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
 
Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu menaikkan target suku bunga dana federal sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 persen sampai 4,00 persen dari sebelumnya 3,50 persen hingga 3,75 persen. Keputusan tersebut disetujui secara bulat oleh 12 anggota FOMC.
 
Kenaikan suku bunga biasanya memberikan tekanan terhadap emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga. Kebijakan suku bunga yang lebih tinggi juga dapat mendukung penguatan dolar AS sehingga emas menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
 
Pelaku pasar logam mulia turut mencermati Ringkasan Proyeksi Ekonomi terbaru dan pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh.
 
Proyeksi terbaru menunjukkan sejumlah pejabat FOMC masih memperkirakan adanya kenaikan suku bunga tambahan pada tahun ini. Data resmi proyeksi The Fed menunjukkan mayoritas peserta melihat ruang bagi suku bunga yang lebih tinggi pada akhir 2026.
 
Warsh juga menyoroti inflasi AS yang masih tinggi serta kondisi keuangan yang dinilai belum cukup ketat untuk menekan tekanan harga.
 
"Faktanya, inflasi terlalu tinggi dan sudah berlangsung terlalu lama," kata Warsh kepada wartawan. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober berada di kisaran 55 persen.


(Grafik pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Harga minyak turun

 
Pergerakan harga minyak turut menjadi perhatian pasar emas. Harga minyak mentah turun untuk sesi kedua berturut-turut dan mengurangi kenaikan harga energi dalam sepekan.
 
Penurunan harga minyak terjadi seiring meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan serta munculnya perkembangan terkait kemungkinan kemajuan diplomatik antara AS dan Iran.
 
Salah satu perhatian pasar sebelumnya tertuju pada penutupan East-West Pipeline di Arab Saudi yang meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global.
 
Jalur tersebut digunakan Arab Saudi sebagai alternatif pengiriman minyak mentah untuk mengurangi ketergantungan terhadap jalur pelayaran melalui Selat Hormuz. Konflik dengan kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman juga meningkatkan perhatian terhadap keamanan Selat Bab el-Mandeb.
 
Menteri Energi AS Chris Wright pada Selasa mengatakan East-West Pipeline akan kembali beroperasi dalam waktu dekat. Bloomberg News kemudian melaporkan Arab Saudi berencana mengoperasikan kembali pipa tersebut dengan kapasitas sekitar setengah dari kemampuan normalnya dalam beberapa hari. Laporan tersebut mengutip sumber yang mengetahui persoalan tersebut.
 
Reuters juga melaporkan Arab Saudi menawarkan tambahan muatan minyak mentah kepada kilang-kilang di Asia melalui transfer antarkapal di lepas pantai Sohar, Oman. Langkah tersebut dilakukan untuk mengimbangi dampak penutupan jalur pipa.

(Husen Miftahudin)