Wujudkan Ruang Belajar Layak, Kapolda NTT Resmikan MI di Pulau Kukusan

Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko. (Istimewa)

Wujudkan Ruang Belajar Layak, Kapolda NTT Resmikan MI di Pulau Kukusan

Deny Irwanto • 3 September 2026 11:57

Kupang: Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko meresmikan MI Al-Hidayah di Pulau Kukusan, NTT, pada Selasa, 1 September 2026. Sebelumnya, anak-anak di Pulau Kukusan harus belajar di bawah pohon karena keterbatasan ruang kelas, kini mereka bisa kembali belajar di ruang kelas yang lebih layak. 

Proyek revitalisasi yang dikerjakan oleh Direktorat Polairud Polda NTT sejak Juni 2026 ini mencakup perbaikan menyeluruh pada fasilitas sekolah. Dari yang sebelumnya hanya menyisakan dua ruang layak pakai, kini kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat berlangsung secara optimal di empat ruang kelas. Perubahan ini membawa kenyamanan baru bagi 46 siswa MI Al-Hidayah dalam menimba ilmu sehari-hari.

“Saat melihat langsung kondisi sekolah dan perjuangan para pendidik di Pulau Kukusan, saya merasa prihatin sekaligus mengapresiasi semangat mereka yang tetap bertahan memberikan pendidikan di tengah keterbatasan. Ternyata masih ada sekolah di wilayah NTT yang membutuhkan perhatian dan dukungan kita bersama. Saya berharap bantuan ini dapat membuat anak-anak belajar lebih nyaman dan para pendidik terus semangat mendampingi mereka meraih cita-cita," ujar Rudi, dalam siaran pers dikutip pada Kamis, 3 September 2026. 

Untuk mencapai Pulau Kukusan, perjalanan harus ditempuh menggunakan kapal dengan akses yang cukup terbatas. Letaknya yang berada jauh dari pusat aktivitas membuat perjalanan menuju pulau ini membutuhkan waktu dan upaya lebih. Di tengah kondisi tersebut, Kapolda NTT hadir langsung di tengah masyarakat Kukusan untuk melihat kondisi warga dan sekolah yang selama ini menjalani aktivitas dengan berbagai keterbatasan.

Kondisi sulit tersebut turut dikonfirmasi oleh Kepala MI Al-Hidayah, Husen. Ia menceritakan bagaimana dinamika kegiatan belajar mengajar di pulau tersebut sebelum tersentuh perbaikan oleh pihak kepolisian.

“Perjuangan menyelenggarakan pendidikan di Pulau Kukusan memang tidak mudah. Dulu sebelum direnovasi pada Juni 2026 oleh Direktorat Polairud Polda NTT, hanya dua ruangan yang bisa digunakan untuk belajar. Sebagian siswa harus belajar di bawah pohon dan kegiatan belajar juga sering terganggu oleh kambing. Meski begitu, kami tetap berusaha memberikan pendidikan terbaik agar anak-anak di sini bisa terus belajar dan meraih cita-cita,” tutur Husen.


Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko. (Istimewa)

Sebagai informasi, MI Al-Hidayah telah berdiri sejak tahun 2001 dan menjadi satu-satunya instansi pendidikan formal di Pulau Kukusan. Saat ini, kegiatan belajar mengajar ditopang oleh empat orang guru yang mendedikasikan diri untuk mendampingi 46 siswa.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Polda NTT juga mendistribusikan bantuan berupa paket sembako, susu, mainan anak, serta perlengkapan sekolah. Penyaluran logistik ini difokuskan untuk meringankan beban warga pascagempa bumi M 7,7 pada 15 Agustus 2026. Tidak hanya bantuan fisik, tim kepolisian juga melaksanakan kegiatan trauma healing guna memulihkan kondisi psikologis anak-anak dari rasa takut dan kecemasan akibat bencana.

Kehadiran Kapolda NTT turut didampingi oleh Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vily Rudi Darmoko, Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal,, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda NTT, serta Kapolres Manggarai Barat. Kunjungan ini menegaskan komitmen institusi kepolisian bahwa pelayanan publik tidak hanya berpusat di perkotaan, melainkan menjangkau hingga wilayah terluar dan terisolasi.

(Lukman Diah Sari)