Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad saat mendatangi rumah korban. Dokumentasi/ Polda Riau
Polda Riau Usut Kasus Pembunuhan Ibu Rumah Tangga di Pekanbaru
Deny Irwanto • 2 May 2026 00:16
Pekanbaru: Kepolisian masih menyelidiki kasus dugaan perampokan disertai kekerasan yang menyebabkan korban tewas di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau. Penyidik Polda Riau beserta jajaran sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Pasacakejadian 29 April penyidik melakukan olah TKP dan sudah dilakukan autopsi kepada korban pada 30 April. Tadi juga kami mendatangi lokasi untuk olah TKP kedua," kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra, kepada Metrotvnews.com, Jumat, 1 Mei 2026.
Pandra menjelaskan olah TKP dilakukan peyidik Polda Riau bersama Polresta Pekanbaru untuk memperkuat pembuktian dan memperjelas rangkaian peristiwa yang menewaskan korban Dumaris Boru Sitio, 60.
Pandra mengatakan olah TKP kedua menjadi bagian penting dalam proses penyidikan. Terutama, untuk mengungkap secara utuh peristiwa tersebut.
"Untuk mengungkap secara terang peristiwa dugaan pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia," jelas Pandra.
Pandra menyebut kasus ini menjadi perhatian serius pimpinan kepolisian, terutama Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan. Sehingga, proses pengungkapan dilakukan secara maksimal dan menyeluruh.
Dalam perkembangan penyelidikan, polisi telah memeriksa empat saksi. Penyidik juga memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di rumah korban sejak 9 April 2026, setelah sebelumnya terjadi dugaan percobaan pembobolan kamar pada 8 April.
"Dari hasil pendalaman dan analisis CCTV, penyidik sudah mengarah pada satu orang yang patut diduga sebagai pelaku. Namun kami masih membutuhkan alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka," ungkap Pandra.
Pandra menyebut salah satu terduga pelaku memiliki hubungan keluarga dengan korban, yakni seorang perempuan berinisial AF. Hingga kini, penyidik masih melakukan pengejaran terhadap yang bersangkutan.
Selain itu rekaman CCTV memperlihatkan seorang pria yang diduga melakukan kekerasan terhadap korban menggunakan balok kayu. Identitas pria tersebut masih dalam penyelidikan. Pelaku juga diduga merusak kamera pengawas di dalam rumah saat kejadian.
"AF ini anak menantu dari korban. Dalam rekaman CCTV itu dia terlihat datang bersama tiga orang lain dan melakukan penganiayaan menggunakan kayu balok," kata Pandra.
Menurut Pandra, AF sudah tidak tinggal di rumah tersebut. Diduga, hubungan AF dan suaminya atau anak korban, sudah tak harmonis. Keduanya, kata Pandra, sudah tidak tinggal bersama.
"Namun sejak kelar dari rumah tersebut pada beberapa tahun lalu AF masih kerap meminta uang kepada ibu mertua (korban) dan masih dikasih," jelas Pandra.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh suami korban, Salmon Meha. Sekitar pukul 08.00 WIB, ia sempat mengajak korban keluar rumah, namun korban memilih tetap tinggal. Saat kembali sekitar pukul 11.00 WIB, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Rumbai dan ditindaklanjuti oleh Polresta Pekanbaru dengan dukungan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau.
Selain menghilangkan nyawa korban, pelaku juga diduga membawa kabur sejumlah barang berharga, seperti perhiasan, paspor, uang tunai dalam mata uang asing, serta telepon genggam. Cincin pernikahan milik suami korban turut dilaporkan hilang.
Terduga pelaku memasuki rumah korban sebelum kejadian pembunuhan. Foto: IstimewaHasil pemeriksaan sementara menunjukkan korban meninggal dunia akibat luka benda tumpul pada bagian kepala. Pandra menyebut identitas pelaku sudah dikantongi.
Pandra berharap dalam waktu tak terlalu lama, pelaku dapat ditangkap. Sehingga, dapat mengetahui motif dan pelaku lain dalam pembunuhan itu.
Pandra berharap masyarakat yang mengetahui keberadaan para pelaku tersebut, bisa melapor. Yakni, melalui call center 110 atau kepada polisi langsung.
"Kami akan terus mengejar pelaku di mana pun berada dan memastikan kasus ini terungkap secara tuntas," ujar Pandra.