Ilustrasi emas batangan. Foto: whitegold.money
Harga Emas Berpotensi Terkoreksi Sebelum Bangkit dan Menguat
Husen Miftahudin • 23 July 2026 12:21
Jakarta: Harga emas dunia (XAUUSD) diperkirakan masih bergerak dalam fase konsolidasi pada perdagangan Kamis, 23 Juli 2026. Dupoin Futures menilai peluang penguatan dalam jangka menengah tetap terbuka, namun dalam jangka pendek harga berpotensi mengalami koreksi teknikal setelah beberapa kali gagal menembus area resistance utama.
Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan momentum beli mulai melemah sehingga membuka peluang terbentuknya secondary trend atau koreksi sementara sebelum arah pergerakan berikutnya terbentuk.
"Tekanan beli mulai kehilangan momentum sehingga pasar berpeluang membentuk secondary trend atau koreksi sementara sebelum kembali menentukan arah pergerakan berikutnya," kata Geraldo dikutip dari risetnya, Kamis, 23 Juli 2026.
Berdasarkan analisis teknikal Dupoin Futures pada grafik H4 (4 jam), XAUUSD masih berada dalam struktur tren bullish. Namun, harga terus tertahan pada area resistance USD4.135–USD4.148 sehingga belum mampu melanjutkan reli.
Kondisi tersebut menunjukkan minat beli mulai berkurang setelah sebelumnya mendorong kenaikan harga secara signifikan. Karena itu, peluang koreksi jangka pendek dinilai semakin besar sebagai bagian dari proses penyeimbangan pasar.
Menurut Geraldo, kondisi tersebut merupakan pola yang lazim terjadi dalam tren naik. "Setelah mengalami kenaikan yang cukup tajam, pasar biasanya membutuhkan fase konsolidasi agar tekanan beli dan tekanan jual kembali seimbang," papar Geraldo.
Tren pergerakan harga emas masih bullish
Geraldo menilai pelemahan yang terjadi saat ini belum mengubah tren utama menjadi bearish selama harga masih bertahan di atas area support penting. Dupoin Futures memproyeksikan area USD4.082–USD4.063 sebagai zona support utama yang perlu diperhatikan pelaku pasar.
Apabila harga turun ke area tersebut dan muncul sinyal rejection maupun pembentukan swing low baru, kondisi itu dinilai dapat menjadi indikasi meredanya tekanan jual dan mulai kembalinya dominasi pembeli.
Menurut Dupoin Futures, skenario tersebut lebih ideal bagi trader yang ingin mencari peluang masuk dibandingkan melakukan pembelian ketika harga masih berada di dekat resistance. Selain pergerakan harga, Dupoin Futures juga mencermati indikator Stochastic yang mulai bergerak turun dari area overbought.
Pergerakan tersebut mengindikasikan momentum beli mulai melemah meski belum menjadi sinyal perubahan tren utama. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas level USD4.148, proyeksi koreksi menuju area support dinilai masih menjadi skenario yang lebih dominan.
Dari sisi manajemen risiko, Dupoin Futures menyarankan investor maupun trader tidak terburu-buru mengejar harga ketika pasar sedang mengalami pelemahan. Strategi yang dinilai lebih konservatif adalah menunggu konfirmasi berupa terbentuknya pola bullish di area support.
"Pendekatan tersebut dinilai memberikan rasio risiko dan potensi imbal hasil yang lebih baik sekaligus mengurangi potensi terjebak dalam koreksi yang lebih dalam," terang Geraldo.
.jpg)
(Grafik pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
The Fed dan data ekonomi masih jadi sentimen utama
Dari sisi fundamental, Dupoin Futures menilai pergerakan XAUUSD masih dipengaruhi sikap wait and see pelaku pasar global terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Fokus investor saat ini tertuju pada prospek suku bunga Federal Reserve (The Fed), rilis data ekonomi Amerika Serikat, serta pernyataan para pejabat bank sentral.
Jika data ekonomi AS tetap kuat, peluang The Fed mempertahankan suku bunga tinggi dinilai semakin besar. Kondisi tersebut berpotensi memperkuat dolar AS dan membatasi kenaikan harga emas.
"Sebaliknya, apabila data ekonomi menunjukkan perlambatan atau inflasi lebih rendah dari perkiraan, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dapat meningkat dan menjadi sentimen positif bagi emas," urai Geraldo.
Dupoin Futures juga menilai meredanya ketegangan geopolitik dalam beberapa waktu terakhir mengurangi permintaan terhadap aset safe haven, sehingga memicu aksi ambil untung (profit taking) setelah kenaikan harga sebelumnya. Meski demikian, prospek jangka menengah XAUUSD dinilai tetap positif selama area support utama mampu dipertahankan.
Secara keseluruhan, Dupoin Futures memperkirakan tren utama emas masih bullish. Namun, selama harga belum mampu menembus resistance USD4.148, peluang koreksi menuju area USD4.082–USD4.063 masih terbuka.
"Apabila dari area tersebut muncul sinyal rejection atau swing low baru yang didukung meningkatnya tekanan beli, peluang XAUUSD melanjutkan tren naik pada beberapa sesi perdagangan berikutnya dinilai tetap terjaga," tutup Geraldo.