Ilustrasi, perdagangan saham di Wall Street. Foto: Xinhua/Liu Yanan.
Wall Street Ditutup Beragam, S&P 500 dan Nasdaq Sukses Cetak Rekor Baru
Husen Miftahudin • 25 April 2026 08:42
New York: Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup beragam pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite ditutup pada level tertinggi sepanjang masa, karena investor berharap dimulainya kembali pembicaraan perdamaian AS-Iran.
Mengutip Investing.com, Sabtu, 25 April 2026, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,16 persen menjadi 49.230,71. Indeks S&P 500 bertambah 0,8 persen ke rekor penutupan baru di 7.165,08. Indeks Nasdaq Composite naik 1,63 persen menjadi 24.836,6, juga mencapai rekor tertinggi baru.
Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih rendah. Sektor perawatan kesehatan dan industri memimpin penurunan, masing-masing sebesar 1,37 persen dan 0,89 persen. Sektor teknologi dan barang konsumsi non-esensial menjadi sektor dengan kinerja terbaik, masing-masing naik 2,46 persen dan 1,36 persen.
Harga minyak menunjukkan pergerakan yang beragam. Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni turun USD1,45 atau 1,51 persen menjadi USD94,4 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni naik tipis 26 sen atau 0,25 persen menjadi USD105,33 per barel di London ICE Futures Exchange.
| Baca juga: Ketegangan Selat Hormuz Guncang Wall Street, Saham Teknologi Tersungkur |

(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
Pergerakan harga saham
Adapun, saham Intel melonjak 23,6 persen pada hari Jumat setelah produsen chip tersebut melaporkan pendapatan kuartal pertama yang melampaui ekspektasi Wall Street dan memberikan perkiraan optimis untuk kuartal berjalan. Nvidia juga kembali melampaui ambang batas kapitalisasi pasar USD5 triliun pada Jumat, hampir enam bulan setelah pertama kali mencapai tonggak sejarah tersebut.
Saham-saham mendapatkan dukungan lebih lanjut setelah Departemen Kehakiman AS mengumumkan akan menghentikan penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang berpotensi membuka jalan bagi pengesahan Senat atas calon Presiden AS Donald Trump, Kevin Warsh, untuk memimpin bank sentral.
Sentimen konsumen AS menunjukkan sedikit peningkatan di tengah gencatan senjata yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran, tetapi tetap berada pada titik terendah sepanjang masa, menurut survei terbaru Universitas Michigan. Investor akan terus memantau perkembangan di Timur Tengah serta serangkaian laporan pendapatan perusahaan minggu depan.