Perayaan Hari Raya Waisak di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Foto: Metrotvnews.com/Muhammad Alvi Randa.
Sukses Pukau Warga, Perayaan Waisak di Bundaran HI Panen Apresiasi
Muhammad Alvi Randa • 31 May 2026 21:28
Jakarta: Perayaan Hari Raya Waisak di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, sukses menorehkan kesan mendalam bagi warga ibu kota. Ruang publik ikonik ini mendadak menjelma sebagai panggung harmoni yang memamerkan indahnya toleransi lintas iman di jantung Jakarta.
"Pastinya bagus ya. Jangan hanya momen Idulfitri atau Natal saja. Waisak juga umatnya banyak," ujar Sisilia, 59, salah seorang warga penganut agama Buddha saat berbincang dengan Metrotvnews.com di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu, 31 Mei 2026.
Sisilia mengaku sangat bahagia melihat pemerintah daerah kini memberikan ruang dan perhatian yang setara bagi hari besar umat Buddha. Inovasi pemanfaatan area publik terbuka ini dinilai mampu menyuntikkan semangat spiritualitas yang tinggi bagi para pemeluknya.
Lebih dari sekadar ritual keagamaan, atmosfer di Bundaran HI malam itu terasa sangat inklusif. Sisilia menyaksikan sendiri bagaimana sekat-sekat perbedaan keyakinan melebur secara alami di antara para pengunjung yang memadati lokasi.
"Saya lihat yang foto-foto tidak hanya dari agama Buddha saja. Banyak juga yang Muslim. Mereka ikut berfoto dan saling membantu mengambilkan foto," lanjut Sisilia.
Keberhasilan Pemprov DKI Jakarta dalam menyulap taman kota menjadi simpul toleransi yang menyejukkan ini memicu harapan besar di tengah masyarakat. Mereka berharap terobosan positif ini dapat terus dipertahankan dan dikembangkan menjadi tradisi tahunan dengan skala yang jauh lebih kolosal.
"Menurut saya ini sudah lumayan. Mudah-mudahan tahun depan lebih bagus lagi dan lebih meriah," ucap Sisilia.

Perayaan Hari Raya Waisak di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Foto: Metrotvnews.com/Muhammad Alvi Randa.
Pesona visual perayaan ini rupanya juga berhasil memikat masyarakat dari luar daerah. Rian Saputra, 24, perantau asal Bangka Belitung, mengaku sengaja datang langsung ke lokasi setelah melihat cuplikan kemeriahannya yang viral di media sosial.
Rian terpukau dengan instalasi seni spiritual yang dihadirkan di pusat kota, mulai dari replika megah Candi Borobudur, patung Buddha, hingga lorong benderang yang dipenuhi pendaran lampion-lampion cantik.
"Karena acara ini malam kan kelihatan bagus untuk lampu-lampunya, makanya penasaran mau melihat di sini," kata Rian.