Dolar AS Menguat Mendekati Level Tertinggi Didorong Data IHK yang Tinggi

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Dolar AS Menguat Mendekati Level Tertinggi Didorong Data IHK yang Tinggi

Eko Nordiansyah • 15 October 2026 08:55

New York: Dolar AS naik pada Rabu, 14 Oktober 2026, dan kembali mendekati level tertinggi dalam 18 bulan. Laporan inflasi konsumen AS yang secara umum lebih tinggi dari perkiraan memicu kembali ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.

Dikutip dari Investing, Kamis, 15 Oktober 2026, indeks dolar AS, yang mengukur kinerja mata uang AS terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0,4 persen menjadi 102,54, setelah sempat mencapai level tertinggi sejak 10 April 2025.

IHK umum AS mencatat kenaikan bulanan

Para pelaku pasar mata uang sangat mencermati laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) AS terbaru. Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja (Bureau of Labor Statistics), IHK umum (headline CPI) naik 0,6 persen secara bulanan (M/M) pada September, sementara IHK inti (core CPI) naik 0,3 persen (mtm).

Angka ini melampaui estimasi masing-masing sebesar 0,6 persen dan 0,2 persen, serta lebih tinggi dibandingkan data Agustus yang masing-masing tercatat sebesar 0,4 persen dan 0,3 persen. Kenaikan IHK umum ini merupakan yang terbesar sejak April.

Secara tahunan (yoy), IHK umum naik 3,7 persen pada September, sementara IHK inti meningkat 2,6 persen. Kedua angka tersebut sedikit lebih tinggi dari perkiraan dan menunjukkan percepatan dibandingkan level pada Agustus.

Indeks harga bensin naik 9,1 persen secara bulanan pada September, menyumbang lebih dari separuh kenaikan bulanan dalam IHK (CPI) utama. Sementara itu, indeks harga energi melonjak 20,4 persen secara tahunan bulan lalu.
(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Menjelang rilis laporan IHK, kemungkinan pengetatan kebijakan moneter The Fed dalam waktu dekat sempat meredup setelah munculnya data positif mengenai pertumbuhan ekonomi AS, indikator inflasi pilihan bank sentral, dan pasar tenaga kerja.

Namun, data IHK tersebut kembali membuka peluang kenaikan suku bunga pada bulan Oktober. Menurut perangkat CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin (25 basis poin) akhir bulan ini kini berada di kisaran 37 persen, naik dari angka di bawah 22 persen sebelum rilis data inflasi konsumen tersebut.

Lingkungan suku bunga yang lebih tinggi umumnya cenderung memperkuat nilai tukar dolar.

Kemudian pada Rabu, laporan Beige Book The Fed menunjukkan hanya dua dari 12 distrik The Fed yang melaporkan pertumbuhan moderat dalam aktivitas ekonomi. Tiga distrik melaporkan pertumbuhan yang cukup baik (modest), empat distrik melaporkan pertumbuhan tipis, dan tiga distrik melaporkan tidak ada perubahan signifikan.

Euro kembali melemah

Beralih ke mata uang utama lainnya, euro kehilangan keuntungan sebelumnya dan terakhir tercatat turun 0,4 persen menjadi USD1,1154 setelah rilis laporan IHK (CPI) AS. Mata uang tunggal ini belakangan terus berada di bawah tekanan akibat krisis fiskal di Prancis, meskipun sempat mengalami pemulihan pada Selasa.

Pemulihan tersebut awalnya berlanjut pada hari Rabu setelah Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Christine Lagarde, dengan tegas menepis spekulasi bahwa Frankfurt akan melakukan intervensi untuk menopang pasar obligasi pemerintah Prancis yang sedang bermasalah.

Berbicara kepada Reuters di sela-sela pertemuan IMF dan Bank Dunia, Lagarde secara eksplisit menyatakan bahwa para pembuat kebijakan di Prancis harus mengatasi proyeksi defisit anggaran sebesar 5,4 persen terhadap PDB melalui konsolidasi fiskal domestik, alih-alih mengharapkan dukungan ECB melalui instrumen pembelian obligasi darurat.

Meskipun penolakan Lagarde untuk bertindak sebagai pemberi pinjaman terakhir (lender of last resort) menyoroti risiko fiskal yang berkelanjutan pada surat utang Prancis, sikap tegasnya untuk tidak memperluas neraca ECB telah meredakan kekhawatiran langsung mengenai dilusi moneter, sehingga memberikan dukungan teknis bagi mata uang tunggal tersebut.

Di wilayah Eropa lainnya, mata uang poundsterling turun 0,4 persen menjadi USD1,3191.

Rupee India menghentikan penguatan

Di Asia, mata uang rupee India menghentikan tren penguatan selama tiga hari, yang sempat membawanya ke level 95,015 per dolar AS pada Selasa.

Lonjakan tersebut dipicu oleh paket intervensi mata uang yang agresif, yang diumumkan oleh pihak otoritas moneter.Reserve Bank of India, yang mencakup pembukaan fasilitas valuta asing khusus untuk memasok dolar secara langsung dari cadangan devisa kepada perusahaan-perusahaan pemasaran minyak milik negara.

(Eko Nordiansyah)