Sebelum Renovasi, SDN Tegal Alur 04 Hanya Punya 5 Toilet untuk 300 Siswa

Kondisi salah satu lantai SDN Tegal Alur 04, Jakarta Barat, setelah direnovasi. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Sebelum Renovasi, SDN Tegal Alur 04 Hanya Punya 5 Toilet untuk 300 Siswa

Anggi Tondi Martaon • 15 October 2026 21:36

Jakarta: Wajah SDN Tegal Alur 04, Jakarta Barat kini jauh berbeda sejak selesai direnovasi total dan ditempati pada Juli 2026. Gedung megah berlantai tiga kini menggantikan sekolah yang dulunya hanya terdiri dari sembilan ruangan. 

Perbedaan paling mencolok yang dirasakan terletak pada toilet. Kepala Sekolah SDN Tegal Alur 04, Syarif Hidayat, menuturkan bahwa di gedung lama ratusan murid terpaksa berbagi toilet dengan jumlah yang tak sepadan dengan kebutuhan. 

Sementara kini di gedung sekolah baru, toilet tersedia di setiap lantai. Di samping itu, toilet untuk disabilitas juga tersedia guna menunjang kebutuhan warga sekolah berkebutuhan khusus.

“Yang paling berbeda itu toilet memang. Dulu toilet itu kami itu dari 300 (siswa), hampir 320 (siswa) dulu, itu kami hanya punya itu lima (toilet),” kata Syarif kepada Metrotvnews.com, Kamis, 15 Oktober 2026.

Adapun jumlah yang tak banyak itu masih harus disesuaikan dengan proporsi jumlah murid laki-laki dan perempuan.
 


“Kami lihat komposisi perempuan lebih banyak, kami kasih tiga (toilet). Laki-laki lebih sedikit, dua (toilet). Toilet gurunya cuma satu,” ungkap Syarif.

Selain persoalan jumlah, jenis toilet lama yang masih menggunakan model jongkok kerap menyulitkan para siswa, terutama siswa perempuan yang memakai rok panjang. Pembaruan sarana fisik ini dirasakan langsung manfaatnya oleh para murid dalam menjalankan aktivitas belajar sehari-hari.

“Dari gedung lama kan toiletnya masih jongkok. Itu tuh susah kalau dipakai, pakai rok gitu. Sekarang sudah pakai toilet duduk, jadi lebih memudahkan,” kata salah satu siswa kelas 6, Nada.

Selain toilet, perbedaan signifikan juga dirasakan dalam hal sarana ruang kelas. Sebelum gedung baru resmi ditempati, keterbatasan jumlah ruangan memaksa sekolah mengoptimalkan area yang ada secara terbatas.


SDN Tegal Alur 04, Jakarta. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

“Ruangannya hanya 7 ruang kelas, 1 ruang guru, dan 1 ruang kepala sekolah,” ujar Syarif.

Kondisi tersebut berdampak pada mekanisme pembagian jam belajar peserta didik yang harus dibagi menjadi beberapa tingkatan. Namun, kini seluruh siswa dari berbagai tingkatan kelas dapat belajar secara serentak pada waktu yang sama.

“(Dulu) ada namanya paralel ya. Kelas 1 sampai dengan jam 10, nanti dilanjut lagi dengan kelas yang lainnya itu sampai dengan jam 3. Sekarang jam masuk dan pulang sama semua,” ungkap Syarif.

Revitalisasi ini juga menghadirkan beragam fasilitas pendukung yang sebelumnya tidak dimiliki sekolah. SDN Tegal Alur 04 kini dilengkapi dengan perpustakaan baru yang nyaman untuk menunjang kegiatan literasi siswa, lift untuk aksesibilitas antar lantai, serta area kebun sekolah sebagai sarana edukasi lingkungan. 

Lapangan olahraga yang jauh lebih luas juga kini siap menampung berbagai aktivitas fisik, kegiatan ekstrakurikuler, dan upacara seluruh warga sekolah secara leluasa.

(Afifah Alfina)

(Anggi Tondi)