Dolar AS Takluk di Hadapan Mata Uang Utama Dunia

Dolar AS. Foto: Freepik.

Dolar AS Takluk di Hadapan Mata Uang Utama Dunia

Husen Miftahudin • 28 February 2026 12:14

New York: Dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB) setelah data harga produsen untuk periode Januari 2026 lebih baik dari perkiraan. Selain itu, pelemahan dolar AS karena adanya kekhawatiran tentang meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 28 Februari 2026, indeks dolar, yang mengukur nilai dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,19 persen menjadi 97,608.

Pada penutupan perdagangan di New York, euro naik menjadi USD1,1819 dari USD1,1786 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris bertambah menjadi USD1,3475 dari USD1,3470 pada sesi sebelumnya.

Dolar AS diperdagangkan pada 155,95 yen Jepang, lebih rendah dari 156,34 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS melemah menjadi 0,7679 franc Swiss dari 0,7747 franc Swiss.

Mata uang Negeri Paman Sam itu juga turun menjadi 1,3630 dolar Kanada dari 1,3687 dolar Kanada. Dolar AS turun menjadi 9,0200 krona Swedia dari 9,0631 krona Swedia.
 

Baca juga: Dolar Terangkat Naik Berkat Penguatan Pasar Tenaga Kerja AS


(Dolar AS. Foto: Freepik)
 

Indeks PPI naik 0,5%


Mengutip Investing.com, indeks Harga Produsen (PPI) untuk permintaan akhir naik 0,5 persen pada Januari 2026 setelah mengalami kenaikan sebesar 0,4 persen (direvisi turun) pada Desember 2025. Para ekonom yang disurvei memperkirakan PPI akan naik 0,3 persen dimana sebelumnya dilaporkan naik 0,5 persen pada Desember.

Kepala analis mata uang di investingLive Adam Button mengungkapkan ada keresahan yang sangat mendalam di pasar mengenai inflasi dan pertumbuhan sejauh ini di 2026. Ada ekspektasi inflasi akan melambat, tetapi hal itu tidak terlihat dalam angka-angka.

Meskipun kenaikan PPI secara keseluruhan sangat besar dan mengkhawatirkan, tekanan datang dari jasa perdagangan, sebuah kategori yang menurut BLS dihitung dengan cara yang tidak mencerminkan perubahan harga sebenarnya secara real time.

Di sisi lain, Bank Sentral AS (Federal Reserve) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap setidaknya hingga Juni karena kekhawatiran tentang inflasi yang masih tinggi.

Namun, para pedagang memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 60 basis poin pada akhir tahun karena kekhawatiran tentang melemahnya pasar tenaga kerja.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)