Dolar Terangkat Naik Berkat Penguatan Pasar Tenaga Kerja AS

Dolar AS. Foto: tpfx.co.id

Dolar Terangkat Naik Berkat Penguatan Pasar Tenaga Kerja AS

Husen Miftahudin • 27 February 2026 09:05

New York: Dolar Amerika Serikat (AS) mengalami kenaikan pada perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB) setelah klaim pengangguran mingguan AS naik kurang dari yang diperkirakan, sebuah tanda kekuatan pasar tenaga kerja.

Mengutip Xinhua, Jumat, 27 Februari 2026, indeks dolar, yang mengukur nilai dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,09 persen menjadi 97,789.

Pada penutupan perdagangan di New York, euro turun menjadi USD1,1786 dari USD1,1805 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris melemah menjadi USD1,3470 dari USD1,3551 pada sesi sebelumnya.

Dolar AS diperdagangkan pada 156,34 yen Jepang, lebih rendah dari 156,44 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,7747 franc Swiss dari 0,7729 franc Swiss.

Mata uang Negeri Paman Sam itu juga naik menjadi 1,3687 dolar Kanada dari 1,3678 dolar Kanada. Dolar AS naik menjadi 9,0631 krona Swedia dari 9,0219 krona Swedia.
 

Baca juga: Dolar AS Tergelincir di Tengah Kenaikan Pendapatan Nvidia


(Dolar AS. Foto: Freepik)
 

Pasar tenaga kerja AS menguat


Melansir Yahoo Finance, dolar AS pulih dari kerugian dan berbalik menguat setelah klaim pengangguran mingguan AS naik kurang dari yang diperkirakan, sebuah tanda kekuatan pasar tenaga kerja. Dolar memperpanjang penguatannya setelah penurunan pasar saham meningkatkan permintaan likuiditas untuk mata uang tersebut.

Dolar awalnya melemah pada Kamis di tengah penguatan yuan, yang melonjak ke level tertinggi 2,75 tahun. Komentar dovish dari Presiden Federal Reserve Chicago Alan Goolsbee juga menekan dolar, karena ia mengatakan suku bunga dapat turun lebih jauh tahun ini jika inflasi turun.

Adapun jumlah klaim pengangguran awal mingguan di AS meningkat sebesar 4.000 menjadi 212 ribu, menunjukkan pasar tenaga kerja yang lebih kuat daripada perkiraan sebesar 216 ribu.

Presiden Federal Reserve Chicago Alan Goolsbee mengatakan ekonomi AS solid, dan pasar kerja stabil, serta suku bunga dapat turun lebih jauh tahun ini jika inflasi turun. Pasar swap memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 17-18 Maret sebesar tiga perseb.

Dolar AS terus mengalami pelemahan mendasar karena FOMC diperkirakan akan memangkas suku bunga sekitar 50 bp pada 2026. Sementara BOJ diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bp lagi pada 2026 dan ECB diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada 2026.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)