Gobel Ajak Bank BUMN Topang Ekosistem Pariwisata Gorontalo

Anggota Komisi VI DPR Rachmat Gobel. Foto: Dok. NasDem.

Gobel Ajak Bank BUMN Topang Ekosistem Pariwisata Gorontalo

Fachri Audhia Hafiez • 15 June 2026 18:47

Gorontalo: Anggota Komisi VI DPR Rachmat Gobel, mengajak jajaran perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Provinsi Gorontalo untuk terlibat aktif dalam menopang penguatan ekosistem pariwisata daerah. Keterlibatan perbankan dinilai krusial untuk menyokong sarana pendukung pariwisata yang mulai tumbuh pesat.

“Misalnya dengan memberikan kredit bagi pengusaha yang memiliki usaha hotel atau restoran,” ujar Gobel saat melakukan kunjungan kerja ke kantor perwakilan Bank Mandiri dan Bank BNI di Gorontalo, Senin, 15 Juni 2026.
 


Dalam lawatan tersebut, Gobel menemui Kepala Cabang Bank Mandiri Gorontalo Warham Syahrani, serta Kepala Cabang Bank BNI Gorontalo Susilawati Buchari. Pertemuan di kantor masing-masing bank tersebut menjadi wadah bagi jajaran direksi untuk memaparkan performa kinerja perusahaan, sekaligus momentum bagi Gobel memaparkan program strategisnya selaku representasi lini legislatif.

Legislator asal Gorontalo ini tercatat telah menata ulang dan menghidupkan kembali fasilitas di Danau Perintis, Kabupaten Bone Bolango. Danau yang semula terbengkalai kini menjelma sebagai destinasi favorit baru, memicu tumbuhnya sektor UMKM termasuk tiga restoran dan kafe lokal.

“Saya yang menata dan membangun serta merawatnya, tapi semua pendapatan masuk menjadi pendapatan daerah. Kini menjadi salah satu pendapatan asli daerah terbesar di Bone Bolango,” jelas Gobel.

Tak hanya Danau Perintis, Gobel juga merevitalisasi kawasan Menara Pakaya di Kabupaten Gorontalo. Menara yang kini dilengkapi hiasan relief logam megah, kafe, diorama, hingga fasilitas videotron bola berdiameter 3 meter itu diproyeksikan kembali menjadi sentrum aktivitas ekonomi baru masyarakat. 

"Kawasan ini akan menjadi ramai lagi," tambah Gobel.


Anggota Komisi VI DPR Rachmat Gobel. Foto: Dok. NasDem.

Portofolio pembangunan destinasi wisata Gobel di Gorontalo juga mencakup penataan Pantai Tamendao, kawasan air panas Pentadio, permukiman suku Bajo di Torosiaje, hingga desa agrowisata. Upaya ini diimbangi dengan aksi penghijauan melalui penanaman bambu, kakao, dan bakau guna menekan emisi gas CO2 serta meredam pemanasan global.

Gobel menegaskan, masifnya pertumbuhan titik-titik pariwisata di Gorontalo ini wajib diimbangi oleh ketersediaan fasilitas akomodasi yang representatif namun tetap ramah di kantong masyarakat luas.

“Tumbuhnya kawasan pariwisata dan destinasi wisata di Gorontalo membutuhkan infrastruktur penopang, seperti penginapan serta restoran, kafe, rumah makan maupun usaha oleh-oleh. Soal penginapan ini misalnya perlu ada hotel kelas melati tapi dengan rasa hotel bintang tiga,” urai Gobel.

Langkah penguatan akomodasi lokal ini, menurutnya, menjadi instrumen efektif dalam menggerakkan roda ekonomi rakyat bawah. "Ini juga sekaligus mendorong pemerataan ekonomi serta memberikan akses yang sepadan untuk berbagai lapisan masyarakat," kata Gobel.

Gobel optimistis kontribusi aktif bank-bank pelat merah dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor hospitality dan penunjang pariwisata akan mempercepat lompatan ekonomi daerah. “Kita butuh saling sinergi dan kerja sama,” kata Gobel.

(Fachri Audhia Hafiez)