Langkah Diplomasi Mendesak Dilakukan Pemerintah Usai WNI Misi Kemanusiaan Gaza Ditangkap Israel

Gedung DPR / MPR / DPD / Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Foto: Metrotvnews.con/Fachri Audhia Hafiez

Langkah Diplomasi Mendesak Dilakukan Pemerintah Usai WNI Misi Kemanusiaan Gaza Ditangkap Israel

Gabriella Thesa Widiari • 19 May 2026 13:33

Jakarta: Pemerintah didesak mengambil langkah diplomasi untuk menyelamatkan warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap militer Israel. Sejumlah relawan dan jurnalis yang tergabung dalam misi kemanusian menuju Gaza, Palestina dilaporkan ditangkap di perairan internasional.

"Kami meminta pemerintah bergerak cepat melalui jalur diplomatik internasional, termasuk melibatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa, organisasi kemanusiaan internasional, dan negara-negara sahabat," ujar Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Maazat, dilansir dari Antara, Selasa, 19 Mei 2026.
 


Dia mengecam keras Tindakan intersepsi terhadap para relawan dan jurnalis tersebut. Menurutnya, tindakan itu tidak dapat dibenarkan dan mencederai prinsip-prinsip hukum internasional, HAM serta kebebasan sipil.

Syahrul menyebut tindakan Israel itu semakin menunjukkan watak represif dan pengabaian terhadap hukum humaniter internasional di tengah krisis kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza. 

"Dunia internasional tidak boleh diam terhadap tindakan semacam ini," ucapnya.

Syahrul menegaskan, perjuangan kemanusiaan untuk rakyat Palestina tidak boleh dihentikan oleh intimidasi ataupun tindakan represif. Dia menekanan bahwa solidaritas terhadap Palestina merupakan amanat konstitusi sekaligus panggilan kemanusiaan.

"Penangkapan ini tidak boleh menyurutkan dukungan dunia terhadap rakyat Gaza yang hingga hari ini masih menghadapi blokade, serangan militer, dan krisis kemanusiaan berkepanjangan," katanya.


Relawan WNI yang diculik Israel, dok: Instagram @globalpeaceconvoy.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri juga telah menyatakan mengecam keras aksi pasukan zionis Israel yang kembali mencegat flotila kemanusiaan ke Jalur Gaza di perairan Siprus serta penculikan terhadap sejumlah WNI yang menyertainya. 

Tercatat lima WNI ditangkap saat kapal mereka diintersep militer Israel di perairan Mediterania. Mereka terdiri atas aktivis kemanusiaan dan jurnalis dari berbagai media nasional.

"Kemenlu RI mengecam keras tindakan militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla 2.0," kata Juru Bicara Kemenlu RI Yvonne Mewengkang dalam pernyataan resmi dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.

Yvonne menyampaikan bahwa insiden pencegatan konvoi kemanusiaan oleh Zionis Israel tersebut terjadi di perairan Siprus, yang terletak di bagian timur Laut Mediterania pada Senin, 18 Mei 2026 waktu setempat

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gabriella Thesa Widiari)