8 Kuliner Khas Agustusan yang Cocok Dinikmati saat HUT ke-81 RI

Peserta menghias makanan khas Banjar Kalimantan Selatan saat mengikuti lomba masak cipta menu tradisional di SDN Pekunden, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (16/8/2023). ANTARA FOTO/Makna Zaezar/rwa

8 Kuliner Khas Agustusan yang Cocok Dinikmati saat HUT ke-81 RI

Riza Aslam Khaeron • 8 August 2026 19:24

Jakarta: Indonesia akan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Pemerintah telah menetapkan "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" sebagai tema resmi peringatan tahun ini.

Semarak perayaan kemerdekaan biasanya mulai terasa begitu memasuki bulan Agustus. Selain pemasangan bendera Merah Putih, perlombaan, upacara, hingga acara syukuran, ragam kuliner tradisional juga turut memeriahkan suasana 17 Agustus.

Beberapa di antaranya merupakan makanan musiman yang umumnya hanya dijumpai menjelang Hari Kemerdekaan. Sementara itu, sejumlah hidangan khas lainnya kerap disajikan dalam acara syukuran atau dikreasikan dengan nuansa warna merah dan putih.

Berikut 8 rekomendasi kuliner khas Agustusan yang dapat dinikmati untuk memeriahkan HUT ke-81 RI.
 

1. Telok Abang

Telok abang merupakan salah satu kuliner khas yang sangat identik dengan perayaan Agustusan di Palembang, Sumatera Selatan. Makanan ini menggunakan telur ayam rebus yang cangkangnya diberi pewarna merah, lalu dipasang pada miniatur kapal, pesawat, atau hiasan mainan lainnya.

Tradisi telok abang sudah dikenal sejak sebelum Indonesia merdeka. Awalnya, tradisi ini berkaitan dengan perayaan hari ulang tahun Ratu Belanda pada masa kolonial. Namun, setelah kemerdekaan, tradisi tersebut beralih menjadi bagian dari perayaan masyarakat Palembang dalam memperingati HUT RI.

Penjual telok abang biasanya mulai bermunculan setiap awal Agustus.
 

2. Telok Ukan

Masih dari Palembang, telok ukan juga menjadi kudapan khas yang populer menjelang perayaan 17 Agustus.

Telok ukan umumnya menggunakan telur bebek. Dalam proses pembuatannya, isi telur dikeluarkan terlebih dahulu melalui lubang kecil, lalu dicampur dengan santan, air, garam, gula, sedikit kapur sirih, dan perasan pandan. Setelah diaduk rata, campuran tersebut dimasukkan kembali ke dalam cangkang telur untuk dikukus hingga matang.

Pedagang telok ukan biasanya mulai berjualan pada awal Agustus dan mengalami puncak penjualan mendekati tanggal 17 Agustus. Kehadiran kuliner ini menjadi salah satu penanda datangnya bulan kemerdekaan di Palembang.
 

3. Telok Pindang

Telok pindang melengkapi tradisi olahan telur khas Palembang selama bulan Agustus. Kuliner ini juga termasuk hidangan yang paling mudah dijumpai pada momen peringatan kemerdekaan.
Telok pindang dibuat dari telur yang direbus bersama bumbu rempah dan dedaunan khas.

Saat proses perebusan, cangkang telur dibuat retak secara sengaja agar bumbu dapat meresap sekaligus menciptakan corak unik pada permukaan telur setelah dikupas.

Kehadiran telok pindang bersama telok abang dan telok ukan telah menjadi bagian dari tradisi kuliner masyarakat Palembang dalam menyambut Hari Kemerdekaan setiap tahunnya.


Mainal pesawat terbang lengkap dengan hiasan bendera Telok Abang. ANTARA/Yudi Abdullah.
 

4. Ketan Gepit

Ketan gepit, atau sering disebut ketan sepit, biasanya dijual berdampingan dengan kuliner Agustusan khas Palembang lainnya.

Makanan ini terbuat dari beras ketan yang dimasak bersama santan dan garam. Setelah matang, ketan diisi dengan abon ayam atau sapi, dibentuk segitiga, lalu dijepit menggunakan bilah bambu kecil sebelum dibakar.

Seperti halnya pedagang telok ukan, penjual ketan gepit mulai marak sejak awal Agustus hingga puncak perayaan kemerdekaan. Kementerian Pariwisata juga pernah mencantumkan ketan sepit bersama telok abang dan telok ukan sebagai contoh kuliner Nusantara yang cocok disajikan saat Hari Kemerdekaan.
 

5. Nasi Tumpeng

Berbeda dari kuliner musiman sebelumnya, nasi tumpeng dapat dijumpai di luar bulan Agustus. Namun, hidangan berbentuk kerucut ini sangat sering menjadi menu utama dalam acara syukuran peringatan kemerdekaan.

Tumpeng umumnya disajikan lengkap dengan beragam lauk pauk, seperti ayam goreng, telur, tempe orek, urap, hingga sambal goreng. Pada perayaan kemerdekaan, tumpeng kerap dikreasikan menggunakan kombinasi nasi berwarna merah dan putih agar menyerupai warna bendera Indonesia.

Hidangan ini biasa disajikan dalam acara malam tirakatan, syukuran tingkat RT/RW, maupun acara makan bersama usai upacara dan perlombaan.
 

6. Klepon Merah Putih

Klepon yang biasanya berwarna hijau pandan juga dapat disajikan dengan nuansa khas kemerdekaan.

Pada perayaan 17 Agustus, klepon kerap dibuat dalam dua varian warna, yaitu merah dan putih. Makanan ini tetap mempertahankan resep utamanya, dengan isian gula merah cair di bagian dalam serta baluran parutan kelapa di bagian luar.

Kreasi klepon merah putih menjadi salah satu pilihan jajanan pasar yang direkomendasikan untuk melengkapi sajian bertema kemerdekaan.
 

7. Nasi Tiwul

Nasi tiwul dapat menjadi pilihan kuliner tradisional bagi masyarakat yang ingin menghadirkan nuansa historis pada perayaan kemerdekaan.

Tiwul terbuat dari singkong yang dikeringkan (gaplek). Dahulu, tiwul digunakan sebagai makanan pokok alternatif ketika pasokan beras terbatas. Karena latar belakang sejarahnya, penyajian tiwul pada peringatan Hari Kemerdekaan berfungsi sebagai pengingat kondisi pangan masyarakat pada masa perjuangan.

Saat ini, tiwul dapat dinikmati sebagai makanan pokok pendamping lauk-pauk maupun diolah menjadi hidangan manis.
   

8. Bubur Merah Putih

Kuliner terakhir adalah bubur merah putih. Makanan ini sebenarnya merupakan hidangan syukuran dalam tradisi Jawa yang disajikan pada berbagai acara syukuran atau keselamatan.

Meskipun bukan hidangan khusus 17 Agustus, kombinasi warna merah dan putih pada bubur ini dinilai selaras dengan suasana bulan kemerdekaan. Bubur ini terbuat dari beras atau beras ketan dan santan. Warna kecokelatan atau "merah" diperoleh dari campuran gula merah, sedangkan bagian lainnya dibiarkan berwarna putih.

Kementerian Pariwisata turut merekomendasikan bubur manis ini sebagai salah satu sajian kuliner Nusantara untuk meramaikan perayaan HUT RI.

Menikmati beragam kuliner khas menjadi salah satu cara masyarakat untuk memeriahkan HUT ke-81 RI. Mulai dari hidangan musiman khas Palembang hingga menu syukuran seperti tumpeng dan bubur merah putih, setiap hidangan memberikan nuansa tersendiri dalam memperingati bulan kemerdekaan.

(Riza Aslam Khaeron)