Program Bedah Rumah Bukti Keberpihakan Prabowo ke Rakyat

Ilustrasi. Foto: Dok. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Program Bedah Rumah Bukti Keberpihakan Prabowo ke Rakyat

Fachri Audhia Hafiez • 14 April 2026 10:26

Jakarta: Program bedah rumah dinilai sebagai bukti keberpihakan Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat. Sebab, program ini diproyeksikan agar rakyat mendapatkan hunian yang layak, sehat, dan aman.

“Program bedah rumah ini adalah salah satu program kerakyatan yang menunjukkan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap masyarakat kecil,” kata Wakil Ketua Komisi V DPR, Andi Iwan Darmawan Aras, dikutip melalui keterangan tertulis, Selasa, 14 April 2026.
 


Dia mendorong percepatan realisasi program bedah rumah yang jumlahnya meningkat signifikan mencapai 400 ribu unit pada tahun 2026. Iwan menjelaskan bahwa target renovasi 400 ribu rumah di seluruh Indonesia ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

Menurutnya, fokus kebijakan saat ini sangat tepat karena menyasar perbaikan struktur bangunan yang sudah dimiliki warga. Namun, kondisinya tidak layak secara kesehatan maupun keamanan.

“Maka yang paling penting adalah bukan hanya sekadar targetnya terpenuhi, tapi bagaimana program bedah rumah ini dapat memperbaiki kualitas hidup rakyat, khususnya yang saat ini tempat tinggalnya belum layak,” ucap dia.

Program yang dijalankan melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) ini dipastikan akan menyentuh seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Termasuk daerah-daerah yang sebelumnya belum menerima bantuan. 

Iwan mengingatkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) agar berhati-hati dalam melakukan verifikasi data penerima manfaat.


Ilustrasi Gedung DPR-MPR. Foto: Dok. Metrotvnews.com.

“Ketepatan membaca rumah mana yang paling membutuhkan intervensi. Selain berpijak pada kesesuaian data dan laporan dari Pemda, penting juga memastikan dengan kondisi di lapangan,” kata Iwan.

Lebih lanjut, Komisi V DPR juga menyoroti efek domino ekonomi dari program ini. Iwan menyebut bedah rumah mampu menggerakkan ekonomi lokal karena material bangunan dibeli dari toko setempat dan pengerjaannya menyerap tenaga kerja dari warga sekitar.

“Program bedah rumah pada prinsipnya sejalan dengan program kerakyatan Pak Prabowo lainnya seperti MBG (Makan Bergizi Gratis), yang sasarannya pun sama langsung menyentuh rakyat. Dengan tempat tinggal yang layak, maka hidup masyarakat menjadi lebih sehat, anak-anak terbebas dari stunting, dan tentunya ini menjadi upaya pemerintah mengurangi kemiskinan,” ujar dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)