Ilustrasi. Foto: MI/Usman Iskandar.
Rupiah di Level Rp17.954/USD di Rabu Pagi
Husen Miftahudin • 24 June 2026 10:07
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan di pagi ini mengalami pelemahan.
Mengutip data Bloomberg, Rabu, 24 Juni 2026, rupiah hingga pukul 09.56 WIB berada di level Rp17.954 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 95 poin atau setara 0,53 persen dari Rp17.859 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.955 per USD. Rupiah turun sebanyak 92 poin atau setara 0,52 persen dari Rp17.863 per USD di perdagangan hari sebelumnya.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada hari ini akan bergerak secara fluktuatif, meski demikian rupiah diprediksi akan melemah.
"Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.850 per USD hingga Rp17.900 per USD," jelas Ibrahim.
| Baca juga: Status Emerging Market RI Dipertahankan, MSCI Masih Pantau Reformasi Pasar Modal |

(Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: MI/Susanto)
Terseret putusan MSCI
Pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen pasar yang terguncang setelah penyedia indeks global MSCI menetapkan kembali status pasar modal Indonesia berada dalam kategori 'Emerging Market', tidak berubah.
"Yang membuat rupiah kembali melemah cukup signifikan adalah salah satunya pernyataan dari MSCI terkait putusan indeks MSCI," jelas Ibrahim.
Dalam putusannya, MSCI mengakui langkah reformasi transparansi yang diumumkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Pengakuan itu mencakup peningkatan keterbukaan informasi pemegang saham dengan kepemilikan di atas satu persen, klasifikasi investor yang lebih rinci, pengenalan kerangka kerja High Shareholders Concentration (HSC), serta peta jalan peningkatan ketentuan free float minimum menjadi 15 persen.
"Meskipun pengumuman ini merupakan langkah ke arah yang benar, yang penting bagi investor institusional internasional adalah implementasi yang konsisten dan efek berkelanjutan dari langkah-langkah ini di seluruh pasar," tulis MSCI dalam rilis 2026 Market Classification Review.
MSCI menegaskan akan terus menilai cakupan, konsistensi, serta efektivitas reformasi pasar modal Indonesia, terutama dalam konteks penentuan free float dan evaluasi kelayakan investasi secara lebih luas. Pemantauan itu akan berlangsung hingga Tinjauan Indeks MSCI pada November 2026.
"Jika kemajuan yang memadai tidak terlihat pada saat Tinjauan Indeks MSCI November 2026, MSCI akan mempertimbangkan berbagai opsi untuk perlakuan yang tepat bagi pasar Indonesia, yang berpotensi mencakup konsultasi tentang reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Markets," papar MSCI.