Ilustrasi. Dok Freepik
Survei: 81% Penduduk Indonesia Terkoneksi Internet, Paling Banyak Akses Medsos
Arga Sumantri • 22 May 2026 16:24
Jakarta: Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mempublikasikan hasil survei terkait penetrasi dan perilaku penggunaan internet di Indonesia pada 2026. Hasilnya, 235.261.078 orang Indonesia kini sudah terkoneksi dengan internet, atau setara 81,72 persen dari total populasi penduduk.
APJII mencatat tingkat pengguna internet terbanyak ada di Pulau Jawa yang mencapai 85,95 persen dari populasi penduduk di wilayah tersebut. Jumlah ini setara 58,42 persen dari total pengguna internet secara nasional.
Kemudian, sebanyak 78,24 persen penduduk Sumatra tercatat sudah menggunakan internet. Angka ini berkontribusi sekitar 20,74 persen dari total pengguna internet secara nasional.
Berikutnya, sebanyak 80,4 persen warga di Pulau Kalimantan sudah terkoneksi dengan internet. Pengguna internet di Pulau ini setara 6,2 persen dati total pengguna internet secara nasional.
Selanjutnya, 72,58 persen dari total penduduk di Pulau Sulawesi terhubung dengan internet. Angka pengguna di Pulau Sulawesi berkontribusi sebesar 6,62 persen secara nasional.
Persentase pengguna internet di Bali dan Nusa Tenggara tercatat mencapai 78,14 persen. Jumlah ini setara 5,26 pengguna internet secara nasional.
Terakhir Maluku dan Papua yang menyumbang 2,94 persen pengguna internet secara nasional. Tercatat 69,74 persen pendudukan di Maluku dan Papua sudah terhubung dengan internet.
Baca Juga :
Survei APJII: Gen Z Paling Banyak Mengakses AI
Paling banyak pakai internet untuk akses medsos
Sebanyak 19,9 persen responden mengaku menggunakan internet untuk kebutuhan komunikasi dan jejaring sosial. Lalu, 19,7 persen untuk hiburan seperti streaming, musik dan games.Berikutnya, 19,6 persen responden menggunakan internet untuk mencari informasi dan berita. Lalu, 18,7 persen untuk transaksi di e-commerce dan jasa.
Sebanyak 10,9 persen responden menggunakan internet untuk kepentingan pendidikan dan pekerjaan. Kemudian, 5,8 persen untuk layanan keuangan atau finansial.
Sebanyak 4,5 persen responden mengakses internet untuk layanan publik dan pemerintah. Terakhir, 0,9 persen untuk kepentingan lainnya.

Survei APJII. Dok APJII
Alasan tidak terkoneksi internet
Dari sekitar 15 persen responden yang tidak mengakses internet, sebanyak 34,0 persen di antaranya beralasan karena tidak memiliki komputer atau gawai. Lalu, 31,5 persen tidak tahu bagaimana menggunakan perangkat yang dapat terkoneksi internet.Sebanyak 17,2 persen beralasan terlalu mahal membeli kuota internet, lalu 12,9 persen tidak melihat manfaat menggunakan internet. Sebanyak 1,3 persen responden yang tidak mengakses internet karena disabilis, dan 3,1 persen alasan lainnya.
Penggunaan WiFi meningkat
APJII juga memotret cara para responden mengakses internet. Sebanyak 64,6 persen responden mengaku menggunakan mobil data dari operator seluler untuk mengakses dunia maya. Angka ini menurun dari temuan 2025 yang sebesar 68 persen.Sedangkan, penggunaan WiFi untuk mengakses internet terpantau meningkat. Sebanyak 32,6 persen responden saat ini menggunakan WiFi yang terpasang di rumah untuk mengakses internet. Angka ini meningkat ketimbang 2025 yang sebesar 28,4 persen.
Metodologi survei
Survei APJII 2026 ini dilaksanakan pada 1 Februari sampai 15 Maret 2026. Populasi yang menjadi target survei adalah warga negara Indonesia di seluruh daerah yang berusia minimal 13 tahun.Jumlah responden yang terlibat dalam survei ini mencapai 8.700 orang yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi. APJII mengumpulkan data melalui metode wawancara tatap muka oleh enumerator terlatih.
Penentuan sampel menggunakan metode multistage random sampling dan toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 1,1 persen.