Indonesia Lobi Iran Demi Keamanan Dua Tanker Pertamina di Selat Hormuz

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri, Santo Darmosumarto. Foto: Metrotvnews.com/Muhammad Reyhansyah

Indonesia Lobi Iran Demi Keamanan Dua Tanker Pertamina di Selat Hormuz

Muhammad Reyhansyah • 6 March 2026 15:23

Jakarta: Pemerintah Indonesia tengah melakukan langkah diplomasi dengan Iran untuk memastikan keamanan pelayaran dua kapal tanker milik Pertamina International Shipping (PIS) yang terjebak di Selat Hormuz pasca serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran.

Kedua kapal tersebut adalah Pertamina Pride, yang baru menyelesaikan proses pemuatan kargo di Ras Tanura, Arab Saudi, serta Gamsunoro yang berada di Khor Al Zubair, Irak, dalam proses pemuatan bahan bakar.

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri, Santo Darmosumarto, mengatakan komunikasi intensif saat ini dilakukan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran dengan pemerintah Iran serta berbagai pihak terkait.

“Nah khusus terkait dengan yang terjadi saat ini dengan pihak Pertamina, dapat disampaikan bahwa hal tersebut sedang di-follow up oleh teman-teman kita di KBRI Teheran,” ujar Santo dalam press briefing di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.

Menurut Santo, proses komunikasi tersebut memerlukan pendekatan diplomatik karena melibatkan otoritas pemerintah Iran serta berbagai pemangku kepentingan lainnya di kawasan.

“Karena memang konversasinya harus dilakukan dengan pihak pemerintah Iran,” jelas Santo.

Ia menambahkan bahwa pemerintah Indonesia terus berupaya memastikan kepentingan nasional, khususnya yang berkaitan dengan aktivitas energi Pertamina, tetap mendapatkan perlindungan di tengah situasi keamanan yang belum sepenuhnya stabil.

“Saat ini sedang dilakukan upaya diplomasi, upaya koordinasi dengan pihak-pihak terkait di Iran, dan tentunya pihak-pihak terkait tersebut tidak hanya satu ataupun dua pihak tapi banyak pihak,” kata Santo.

Upaya tersebut dilakukan untuk menjamin agar kapal-kapal milik Indonesia dapat melintasi jalur pelayaran strategis di kawasan tersebut secara aman.

“Untuk memastikan bahwa kepentingan Indonesia terkait dengan Pertamina itu dapat terus diberikan pelindungan dari sisi dapat melintas Selat Hormuz itu dengan aman,” lanjut Santo.

Meski demikian, Santo mengakui bahwa kondisi keamanan di kawasan Teluk Persia hingga kini masih belum sepenuhnya kondusif.

“Tapi memang kondisinya secara umum memang masih belum kondusif di sana, tapi kita terus upayakan untuk melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak pemerintah Iran,” kata Santo.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya menyatakan pemerintah tengah melakukan negosiasi untuk memastikan kedua kapal tersebut dapat melanjutkan perjalanan dengan aman.

“Ada dua kapal kargo Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz. Kapal-kapal tersebut saat ini berlabuh di lokasi yang lebih aman sambil menunggu proses negosiasi,” kata Bahlil usai menghadiri acara buka puasa di Kementerian ESDM di Jakarta, Rabu malam, 4 Maret 2026, seperti dikutip Antara.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)