Wakil Ketua Komisi VI DPR, Andre Rosiade. Foto: Dok. Istimewa.
Andre Rosiade Lepas 12 Ribu Peserta Mudik Gratis Pulang Basamo
Nadia Ayu Soraya • 8 March 2026 12:17
Jakarta: Wakil Ketua Komisi VI DPR, Andre Rosiade, melepas program mudik gratis “Pulang Basamo” ke Sumatra Barat pada Lebaran 2026. Program yang sudah memasuki tahun keempat ini menyediakan 250 bus untuk mengangkut sekitar 12.000 pemudik dari Jakarta menuju berbagai daerah di Sumatra Barat.
Andre mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk membantu masyarakat perantauan Minang agar dapat pulang kampung saat Lebaran.
“Acara ini memang tahun yang keempat kita laksanakan. Tahun pertama 75 bus, tahun kedua 200 bus, tahun ketiga 250 bus, dan tahun ini Alhamdulillah tetap 250 bus,” kata Andre saat melepas pemudik di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Minggu, 8 Maret 2026.
Andre memastikan, program mudik diselenggarakan secara gratis. Tiket keberangkatan bahkan langsung habis dalam waktu singkat karena tingginya minat masyarakat.
“Dilaksanakan secara gratis, tiketnya kita war. Alhamdulillah dalam setengah jam itu habis,” ujar Andre.
Selain mendapatkan transportasi gratis, para pemudik juga memperoleh snack serta makanan selama perjalanan. Rombongan bus juga mendapat pengawalan dari kepolisian hingga tiba di Sumatra Barat.
“Dari berangkat sampai ke Sumatra Barat dikawal langsung oleh Polda Sumatra Barat,” kata Andre.
Dalam program ini, terdapat dua titik pemberhentian utama bagi para pemudik, yakni di depan Masjid Raya Sumatra Barat di Padang serta di Lapangan Kantin Kota Bukittinggi. Meski demikian, pemudik tetap diperbolehkan turun di wilayah lain sepanjang rute perjalanan.
“Tujuannya ke Sumatra Barat, ada dua titik pemberhentian. Yang pertama di Padang di depan Masjid Raya Sumatra Barat, yang kedua di depan Lapangan Kantin di Kota Bukittinggi,” jelasnya.

Foto: Dok. Istimewa.
Andre menambahkan, dari total 250 bus yang disiapkan, sekitar 100 bus diberangkatkan lebih dulu, sementara 150 bus lainnya dijadwalkan berangkat pada 15 Maret 2026. Ia menyebut peserta keberangkatan pertama mayoritas mahasiswa, sedangkan gelombang berikutnya didominasi pekerja.
Ia juga menilai program mudik ini turut membantu perekonomian Sumatra Barat. Karena perantau yang pulang kampung akan membawa uang dan berbelanja di daerah asal.
“Sumatra Barat pertumbuhan ekonominya hanya 3 persen, inflasi 6 persen. Selama ini ekonomi terbantu karena perantau Minang selalu mengirimkan uang sekitar Rp20 triliun per tahun,” ujar Andre.
Selain itu, Andre menegaskan pemerintah pusat juga memiliki komitmen besar untuk pembangunan Sumatra Barat. Salah satunya dengan menyiapkan anggaran hampir Rp18,9 triliun untuk penanganan dampak bencana alam yang terjadi sebelumnya.
“Presiden menyiapkan anggaran Rp18,9 triliun untuk membangun kembali Sumatra Barat, itu baru infrastruktur, di luar perbaikan sawah, ladang maupun rumah,” kata Andre.