Ilustrasi. Foto: Dok MI
Jumat Pagi, Rupiah Turun ke Rp16.930 per USD
Eko Nordiansyah • 27 March 2026 09:14
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami pelemahan. Rupiah melemah saat dolar AS mengalami penguatan.
Mengutip data Bloomberg, Jumat, 27 Maret 2026, rupiah berada di level Rp16.930 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 26 poin atau setara 0,15 persen dari Rp16.904 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp16.898 per USD. Rupiah terpantau melemah dibandingkan penutupang sore kemarin sebesar Rp16.890 per USD.
Baca Juga :
Dolar AS Stabil, Mata Uang Asia Melempem
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Rupiah fluktuatif cenderung melemah
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah fluktuatif namun ditutup melemah hari ini. Mata uang Garuda akan bergerak di rentang Rp16.900 sampai dengan Rp16.940 per USD.Ibrahim menjelaskan, prospek rupiah terpengaruh fokus pasar terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah. Pasar diperkirakan akan terus waspada terhadap ketidakpastian, dengan Iran secara terbuka membantah negosiasi langsung dengan AS dan menunjukkan adanya perbedaan.
"Kurangnya kejelasan telah membuat para pedagang waspada, dengan pasar minyak lesu pada hari Kamis," lanjut dia.
Dari sisi internal, rupiah diproyeksi melemah seiring ketidakpastian seputar kebijakan terkait harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pemerintah belum berencana menyesuaikan atau menaikkan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat. Pasalnya, APBN masih memiliki kekuatan untuk menghadapi gejolak harga minyak mentah global.
"Oleh karena itu, wacana pembatasan kuota maupun kenaikan harga BBM subsidi sama sekali belum masuk dalam radar kebijakan pemerintah. Di sisi lain, kekuatan APBN dalam menghadapi gejolak harga minyak belum menguatkan prospek rupiah," ujar Ibrahim.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com