Ilustrasi. Foto: Magnific.
Harga Minyak Brent Tembus USD113 per Barel, Tertinggi Sejak Mei 2026
Ade Hapsari Lestarini • 23 October 2026 07:55
New York: Harga minyak mentah dunia melonjak pada perdagangan Kamis waktu setempat. Harga minyak dunia melemah di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Melansir Xinhua, Jumat, 23 Oktober 2026, minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember naik USD2,32 atau 2,39 persen menjadi USD99,47 per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember melonjak USD4,35 atau empat persen, menjadi USD113,17 per barel di London ICE Futures Exchange. Brent mencapai level tertinggi sejak Mei 2026.
Kenaikan ini terjadi menyusul serangkaian serangan kelompok Houthi terhadap target-target di Arab Saudi, serta laporan Amerika Serikat dan Israel tengah menyusun rencana untuk melakukan serangan terhadap Iran setelah pemilihan umum sela AS pada 3 November 2026.
Nasdaq tertekan
Di sisi lain, saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis waktu setempat, di tengah kekhawatiran baru terkait pengeluaran oleh perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan (AI).
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 11,89 poin atau 0,02 persen menjadi 52.867,98. S&P 500 turun 93,74 poin atau 1,21 persen menjadi 7.663,43. Indeks Nasdaq Composite melemah 694 poin, atau 2,6 persen menjadi 26.008,86.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Magnific.
Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor barang kebutuhan pokok konsumen (consumer staples) dan utilitas memimpin kenaikan, masing-masing naik 3,11 persen dan 1,98 persen. Sementara itu, sektor layanan komunikasi dan teknologi mencatat penurunan terdalam, masing-masing melemah 3,01 persen dan tiga persen.
Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) anjlok pada Kamis seiring dengan langkah investor yang mencari aset aman (safe haven) pada obligasi pemerintah. Imbal hasil Treasury tenor 10 tahun, yang menjadi acuan, turun lebih dari 17 basis poin menjadi 4,957 persen, level terendah dalam hampir sebulan sekaligus penurunan harian terbesar sepanjang tahun ini. Imbal hasil tenor 30 tahun turun lebih dari 12 basis poin menjadi sekitar 5,28 persen.
Warga AS ajukan klaim baru tunjangan penggangguran
Di sektor ekonomi, jumlah warga AS yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun sebanyak 6.000 menjadi 194 ribu (setelah disesuaikan secara musiman) pada pekan lalu. Angka ini mendekati level terendah dalam 57 tahun terakhir dan berada di bawah ekspektasi para ekonom yang memprediksi angka 200 ribu, yang mengindikasikan stabilitas pasar tenaga kerja.
Indeks ekonomi utama (leading economic index) dari The Conference Board tercatat tidak mengalami perubahan pada September, yakni tetap di angka 99,6.
Mengingat Federal Reserve sedang berada dalam periode tenang (quiet period) menjelang pertemuan kebijakan, perhatian kini tertuju pada pertemuan 27–28 Oktober, di mana para pelaku pasar secara luas memperkirakan para pengambil kebijakan akan mempertahankan suku bunga di level saat ini.