Tari Tuah Si Jantuk Antar Siswa Indonesia Raih Prestasi di Spanyol

Tari tradisional Betawi raih juara 2 di kompetisi seni Spanyol. Foto: dok SMP Lab School Ciracas.

Tari Tuah Si Jantuk Antar Siswa Indonesia Raih Prestasi di Spanyol

Ade Hapsari Lestarini • 4 November 2026 09:58

Jakarta: Sebanyak 10 siswa SMP Labschool Ciracas meraih juara 2 dalam ajang Spain International Dance & Music Competition Super Grand Prix di Teatro de Lloret de Mar, Spanyol, pada 24 Oktober 2026. Dalam kompetisi tersebut, para siswa membawakan Tari Tuah Si Jantuk, salah satu tarian tradisional Betawi.

Prestasi tersebut diraih melalui program Misi Budaya 2026 yang berlangsung selama 12 hari, mulai 22 Oktober hingga 2 November 2026. Keikutsertaan dalam kompetisi internasional ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus mengembangkan kemampuan seni di tingkat global.

Kompetisi Super Grand Prix 2026 diikuti delegasi dari 12 negara, yakni Bulgaria, Lithuania, Romania, Kazakhstan, Uzbekistan, Kyrgyzstan, Mongolia, Qatar, Latvia, Spanyol, Indonesia, dan Estonia.

Sebelum keberangkatan, SMP Labschool Ciracas menggelar kegiatan Gelar Pamit pada 19 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Seksi Pembinaan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Timur, Loly Yunita, yang memberikan dukungan kepada para siswa dalam menjalankan misi kebudayaan ke Spanyol dan Prancis.

Sepuluh siswa yang menjadi delegasi Misi Budaya 2026 terdiri atas tujuh siswa kelas VII, yakni Alma Sophie Nurmalika, Hafiz Naufal Putra Widjajanto, Safa Almeera Kana, Arzan Praviqui Subhiansyah, Fabian Atallah Raffasya, Anaila Cinta Ferdita Sumantri, dan Calista Nadine Rahadelia.

Sementara itu, tiga siswa kelas VIII adalah Arfa Danendra Sarastomo, Muhammad Syihabuddin Mughni, dan Ryadh Aaron Al Rizki.
 



Kepala SMP Labschool Ciracas Sarmilih menyampaikan apresiasi atas pencapaian para siswa. Menurut dia, prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras, kedisiplinan, dan proses latihan yang dijalani para delegasi.

"Kami sangat bangga atas pencapaian para delegasi yang telah memperkenalkan budaya Betawi dan Indonesia di panggung internasional, sekaligus meraih Juara 2 dan membawa nama baik sekolah, DKI Jakarta, serta Indonesia. Ini menunjukkan siswa-siswi SMP Labschool Ciracas mampu tampil percaya diri di tingkat global dengan tetap membawa kekayaan budaya bangsa," ungkap Sarmilih di Jakarta, dikutip Rabu, 4  November 2026.

Guru pendamping, Farhan Imanullah, menjelaskan keberhasilan tersebut didukung proses latihan yang intensif dan terarah. Persiapan dilakukan melalui pengenalan dan pendalaman gerak tari, penguasaan teknik, kekompakan kelompok, hingga pematangan ekspresi dan penampilan di atas panggung.

"Para siswa menunjukkan perkembangan yang sangat baik, baik dari segi kemampuan menari, kedisiplinan, kerja sama, maupun kepercayaan diri. Proses latihan ini bukan hanya mempersiapkan mereka untuk mengikuti kompetisi, tetapi juga membentuk mentalitas, tanggung jawab, dan keberanian untuk tampil serta berkompetisi di tingkat internasional," jelas Farhan.

Siswa mengenal budaya Spanyol dan Prancis


Selain mengikuti kompetisi seni internasional, Misi Budaya 2026 juga menjadi sarana pembelajaran lintas budaya. Selama berada di Spanyol, para delegasi mengunjungi Barcelona, Madrid, dan Lloret de Mar untuk mengenal sejarah, arsitektur, serta budaya masyarakat setempat. Mereka juga berkunjung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Madrid.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Prancis. Di Paris, para siswa mengunjungi sejumlah tempat, seperti Menara Eiffel, Museum Louvre, Arc de Triomphe, kantor pusat UNESCO, dan Disneyland Paris. Para delegasi juga berkesempatan mengenal kehidupan masyarakat setempat serta berkunjung ke KBRI Paris.

Melalui kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya memperkenalkan Tari Tuah Si Jantuk kepada peserta dari berbagai negara, tetapi juga memperoleh pengalaman mengenal budaya dan kehidupan masyarakat di luar negeri.

(Ade Hapsari Lestarini)