Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana (kedua kiri) bersama kasat Narkobanya AKBP Lulik Febryantara (kanan), Direktur Ditresnarkoba Polda Sulel Kombes Pol Sugeng Sudarso (kedua kanan), menunjukkan barang bukti hasil penggerebekan di wilayah Kampun
Penggerebekan Kampung Narkoba di Makassar, 104 Orang Ditangkap
Whisnu Mardiansyah • 10 October 2026 08:38
Makassar: Tim gabungan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Makassar dan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Selatan menangkap 104 orang dalam penggerebekan kampung narkoba di Borta, Kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan.
"Kita melakukan penggerebekan secara bersama-sama dengan hasil didapatkan kurang lebih 104 orang. Tiga orang bandar," kata Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana saat ekspose di halaman Markas Polrestabes Makassar, seperti dilansir Antara, Sabtu dini hari, 10 Oktober 2026.
Dari 104 orang yang ditangkap, sebanyak 98 orang dinyatakan positif berdasarkan hasil tes urine, sedangkan enam lainnya negatif. Polisi juga menangkap enam perempuan dalam operasi tersebut.
Petugas menyita sejumlah barang bukti, di antaranya 10 gram sabu, ratusan alat isap atau bong, korek api, kamera pengawas atau CCTV, uang tunai Rp49,6 juta yang diduga berasal dari penjualan sabu, serta 26 unit telepon seluler. Barang bukti lainnya meliputi dua timbangan, plastik saset kosong, pintu loket berbahan baja, dan senjata tajam.
Arya menjelaskan, pintu loket berbahan baja itu diduga digunakan untuk melindungi tempat penjualan narkoba. Menurut dia, kawasan tersebut sebelumnya juga pernah menjadi sasaran penggerebekan polisi pada tahun lalu, termasuk di wilayah Sapiria dan Borta. Saat itu, petugas turut membongkar akses masuk menuju kawasan yang diduga menjadi lokasi peredaran narkoba.
Namun, dalam penggerebekan pada Jumat, 9 Oktober 2026, petugas mendapati pintu masuk telah diperkuat dengan
pelat baja dan dilengkapi jendela loket. Aparat kemudian membongkar paksa pintu tersebut menggunakan gerinda.
Penggerebekan berlangsung pada Jumat sore hingga petang. Dalam operasi itu, petugas sempat mendapat perlawanan berupa lemparan batu. Polisi kemudian melepaskan tembakan peringatan hingga situasi dapat dikendalikan dan orang-orang di lokasi berhasil diamankan.
Ketika penggerebekan berlangsung, sejumlah orang diduga sedang mengonsumsi narkoba dan masih berada di bawah pengaruh zat terlarang. Beberapa di antaranya berusaha meloloskan diri dari kepungan petugas, termasuk dengan memanjat atap rumah warga. Namun, upaya tersebut tidak berhasil dan mereka tetap diamankan.
Sebanyak 105 personel dikerahkan dalam operasi tersebut. Rinciannya, 80 personel berasal dari Polrestabes Makassar dan 25 personel lainnya dari Ditresnarkoba Polda Sulawesi Selatan. Setelah ditangkap, para terduga pengguna dan pelaku dibawa menggunakan truk ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Tindak lanjutnya, tentu kalau memang ada barang bukti, kita akan proses lanjut. Tetapi, jika tidak ada barang bukti, maka nanti akan kita rehabilitasi bersama-sama dengan pihak pemerintah atau pihak swasta," tuturnya.

Ilustrasi sabu. Foto: Medcom.id.
Arya menegaskan, operasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemberantasan narkoba sesuai instruksi Presiden, Kapolri, dan Kapolda Sulawesi Selatan. Ia juga menyebut peran serta masyarakat penting dalam mengungkap aktivitas peredaran narkoba di kawasan tersebut.
"Kami mendapatkan info dari masyarakat bahwa di sana memang banyak pengguna narkoba, dan sudah berulang (digerebek polisi). Ada tiga bandar yang ditangkap inisial P, A dan W.," ucapnya.
Polisi masih mendalami peran tiga orang yang disebut sebagai bandar dengan inisial P, A, dan W. Arya juga menyampaikan adanya sejumlah pengungkapan kasus sabu yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan dari luar negeri, seperti Malaysia, dengan jalur distribusi melalui Pulau Kalimantan sebelum masuk ke Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Direktur Ditresnarkoba Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol Sugeng Sudarso mengatakan pemberantasan narkoba merupakan salah satu upaya yang dijalankan sesuai arahan Kapolri. Ia menyebut operasi serupa juga dilakukan secara serentak di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan.
"Upaya ini akan terus kita lakukan sampai benar-benar Makassar atau Sulsel ini bersih. Tadi, hari ini selain di Makassar, dilaksanakan juga di Toraja Utara dan beberapa Polres lainnya. Ini adalah program yang akan kita terus lakukan guna menciptakan Indonesia bersih dari narkoba," tuturnya menekankan.
Polisi masih melanjutkan pemeriksaan terhadap orang-orang yang diamankan untuk menentukan tindak lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan dan barang bukti yang ditemukan.