Ilustrasi Pexels
Kemandirian Nasional Solusi Krisis Energi Akibat Konflik Timur Tengah
Muhamad Marup • 5 April 2026 15:55
Jakarta: Dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Priyo Iswanto, menilai kemandirian nasional menjadi kunci utama bagi Indonesia dalam menghadapi ancaman krisis energi akibat Konflik Timur Tengah. Menurutnya, Indonesia punya potensi baik dari sisi sumber daya alam maupun jumlah penduduk usia produktif yang tinggi.
"Indonesia memiliki potensi besar, tetapi tanpa pengelolaan yang tepat, potensi tersebut tidak akan cukup untuk menahan dampak krisis yang semakin kompleks," ujar Prio, mengutip situs resmi UMM, Minggu, 5 April 2026.
"Kita harus memperkuat fondasi domestik, mulai dari sektor industri hingga energi, agar tidak selalu rentan ketika terjadi gangguan pasokan global," tambahnya.
Lonjakan Harga Minyak
Priyo mengungkapkan, Konflik Timur Tengah, terutama penutupan Selat Hormuz dapat berdampak pada lonjakan harga minyak dunia. Situasi ini dapat mengganggu stabilitas ekonomi dalam negeri karena berdampak langsung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama dari sisi subsidi energi.
Untuk meredam dampak tersebut, Priyo menilai pengendalian konsumsi bahan bakar minyak, khususnya pada sektor non-vital, perlu segera dilakukan. Selain itu, percepatan diversifikasi energi juga harus menjadi prioritas agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada impor minyak.
"Diplomasi saja tidak cukup ketika harga minyak melonjak tinggi. Pemerintah harus bersiap menghadapi tekanan besar terhadap APBN, terutama pada subsidi energi yang akan meningkat," tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa ketahanan energi menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan industri dan perekonomian nasional. Menurutnya, krisis ini justru dapat menjadi momentum untuk mempercepat transisi menuju energi alternatif yang lebih berkelanjutan.
"Kita tidak bisa terus bergantung pada energi fosil karena selain terbatas, juga rentan terhadap gejolak global seperti saat ini. Ketahanan energi menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan industri nasional," katanya.
.jpeg)
Ilustrasi Pexels
Priyo mendorong pemerintah untuk mulai mempertimbangkan penggunaan energi alternatif, termasuk energi nuklir, sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
"Dengan langkah tersebut, Indonesia tidak hanya mampu bertahan dari krisis, tetapi juga memperkuat fondasi menuju kemandirian energi untuk menopang industri di masa depan," terangnya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com