Emas batangan. Foto: dok MIND ID.
Sentimen Damai AS-Iran Dorong Harga Emas 'Berkilau' 4 Hari Berturut-turut
Husen Miftahudin • 2 April 2026 10:44
Jakarta: Harga emas dunia melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini, Kamis, 2 April 2026, mencatat kenaikan untuk hari keempat berturut-turut seiring meredanya tekanan geopolitik dan melemahnya dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Andy Nugraha, pergerakan emas (XAU/USD) saat ini berada dalam tren bullish yang semakin solid pada timeframe H1, didukung oleh kombinasi sinyal teknikal dari pola candlestick dan indikator Moving Average.
Pada perdagangan terbaru, harga emas sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan di kisaran USD4.800 sebelum terkoreksi tipis dan diperdagangkan di sekitar USD4.758, atau naik hampir dua persen. Penguatan ini tidak terlepas dari meningkatnya spekulasi konflik di Timur Tengah akan segera mereda, sehingga mendorong pelaku pasar kembali masuk ke aset safe haven.
Selain itu, pelemahan dolar AS turut menjadi katalis utama yang memperkuat harga emas, mengingat logam mulia ini menjadi lebih menarik bagi investor global saat mata uang AS terdepresiasi.
Secara teknikal, Andy menilai struktur pergerakan harga saat ini menunjukkan dominasi tekanan beli yang konsisten. Hal ini tercermin dari formasi candlestick yang mengarah naik serta posisi harga yang bergerak di atas rata-rata pergerakan (Moving Average). Kondisi tersebut mengindikasikan tren bullish masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek, selama tidak ada perubahan signifikan dari sentimen pasar.
Dalam proyeksi harian, Dupoin Futures memperkirakan jika momentum bullish tetap terjaga, harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan hingga menguji level resistance di USD4.789. Namun demikian, pelaku pasar juga perlu mewaspadai kemungkinan koreksi teknikal.
"Jika harga gagal mempertahankan penguatan, maka potensi penurunan diperkirakan akan mengarah ke area support terdekat di sekitar level USD4.539," terang Andy dalam analisa hariannya, Kamis, 2 April 2026.
| Baca juga: Naik Lagi, Kilau Harga Emas Dunia Makin Mentereng |
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
Ditopang segera berakhirnya konflik Timur Tengah
Dari sisi fundamental, penguatan harga emas didorong oleh melemahnya dolar AS yang terjadi di tengah ekspektasi pasar terhadap berakhirnya konflik antara AS dan Iran. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang membuka peluang penarikan pasukan dalam beberapa minggu ke depan turut meningkatkan optimisme pasar terhadap stabilitas kawasan. Meskipun demikian, dinamika geopolitik masih menyisakan ketidakpastian, terutama setelah pernyataan terkait gencatan senjata dibantah oleh pihak Iran.
Selain faktor geopolitik, lonjakan harga energi global juga menjadi perhatian utama pasar karena berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi. Kondisi ini membuat ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga global mengalami penyesuaian.
Federal Reserve diketahui masih mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen, dengan proyeksi yang semakin terbatas terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Lingkungan suku bunga tinggi cenderung menjadi faktor penahan bagi kenaikan emas, mengingat logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil bunga.
Pelaku pasar juga tengah menantikan rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, termasuk klaim pengangguran mingguan dan data Non-Farm Payrolls (NFP). Jika data yang dirilis menunjukkan pelemahan ekonomi, maka hal tersebut berpotensi menekan dolar AS lebih lanjut dan memberikan ruang bagi emas untuk melanjutkan penguatan dalam jangka pendek.
Dengan kombinasi antara sentimen teknikal yang positif dan faktor fundamental yang mendukung, harga emas diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan tren kenaikan, meskipun tetap dibayangi volatilitas yang cukup tinggi.
"Investor disarankan untuk mencermati perkembangan geopolitik, pergerakan dolar AS, serta arah kebijakan moneter global sebagai faktor utama yang akan menentukan arah pergerakan harga emas selanjutnya," ucap Andy.