Kebakaran Apartemen Pavilion: 31 WNI dan 2 WNA Dievakuasi

Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara. Foto: Metro TV/Nattasya Amani Vrazeti.

Kebakaran Apartemen Pavilion: 31 WNI dan 2 WNA Dievakuasi

Nattasya Amani Vrazeti • 4 September 2026 18:33

Jakarta: Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta berhasil mengevakuasi 33 penghuni, dalam peristiwa kebakaran Apartemen Pavilion di Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat siang, 4 September 2026. Puluhan orang itu termasuk tiga bayi dan dua warga negara asing (WNA).

“Evakuasi alhamdulillah kami bisa menyelamatkan jiwa sejumlah 33 orang. Terdiri dari 31 warga negara Indonesia dan dua orang warga negara asing,” ujar Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara di lokasi, Jumat, 4 Agustus 2026. 

Bayu menyebut pihaknya menerima laporan kebakaran pukul 11.23 WIB. Tiba di lokasi enam menit kemudian dan langsung mengupayakan pemadaman serta evakuasi.

“Jadi kurang lebih 6 menit saya sudah di lokasi. 11.30 kami langsung mengupayakan untuk pemadaman. Jadi dalam kurun waktu 6 menit kami berhasil memadamkan shaft ya, terkait dengan kemungkinan fenomena kelistrikan,” ucap dia. 

Bayu menjelaskan proses evakuasi membutuhkan waktu dan kehati-hatian ekstra lantaran tebalnya kepulan asap di dalam gedung, serta keterbatasan kapasitas unit pemadam saat menurunkan warga dari lantai tinggi. Dalam proses tersebut, petugas menerjunkan tiga unit mobil tangga Bronto Skylift termasuk armada berjangkauan 55 meter dan 104 meter.

“Kami menurunkan tiga unit Bronto. Nah, karena unit kami ini butuh waktu ya untuk evacuate, sementara keranjang kami ini, ini kan kapasitasnya hanya untuk lima orang.  Satu operator, jadi kami angkat paling maksimal 4-4 dari atas ke bawah. Jadi itu mungkin yang agak sedikit. Tapi kan kan dua, yang 55 dengan 104, dan dua-duanya Bronto kami bekerja dan kami standbykan satu unit Bronto juga di depan untuk mengantisipasi,” ujar Bayu. 

Situasi lantai 5 Apartemen Pavilion yang mengalami kebakaran. Foto: Istimewa.

Ia menambahkan di antara puluhan penghuni yang dievakuasi, terdapat tiga bayi yang sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut serta pemeriksaan kesehatan akibat paparan asap.

“Tadi ada beberapa anak-anak yang kami evacuate, itu ada jumlahnya tiga orang bayi.  Ini kan butuh butuh apa ya... butuh penanganan lebih lanjut ya,” kata Bayu.

Selain itu, kata Bayu, petugas memberikan perhatian khusus saat mengevakuasi dua lansia dari lantai 23. Mengenai pemicu kebakaran, ia menduga api berasal dari masalah atau fenomena kelistrikan pada jalur shaft kabel di kisaran lantai 4 atau 5. Karena fungsi shaft menyerupai cerobong yang terhubung dari bawah ke atas, asap dengan cepat menjalar ke lantai-lantai di atasnya.

Bayu menambahkan petugas pemadam kebakaran masih terus melakukan penyisiran menyeluruh dari lantai teratas hingga ke bawah untuk memastikan area gedung benar-benar aman. Penyebab pasti munculnya api kini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.

“Kemungkinan-kemungkinan gitu ya, ini kan dalam proses penyelidikan gitu ya, tetapi kemungkinan besar terkait dengan fenomena kelistrikan,” ujar Bayu.

Sebelumnya, Kebakaran melanda Apartemen Pavilion di Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Jumat, 4 Agustus 2026. Sebanyak 85 personel pemadam kebakaran (damkar) dikerahkan menjinakkan si jago merah. Objek yang terbakar yaitu lantai lima Apartemen Pavilion. 

(Siti Yona Hukmana)