Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.
Rupiah ke Rp17.944/USD, Simak Faktor yang Mendorong Pergerakan Kurs Hari Ini
Ade Hapsari Lestarini • 10 June 2026 17:37
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan hari ini menguat 114 poin atau 0,63 persen jadi Rp17.944 per USD dari sebelumnya Rp18.058 per USD.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat ke level Rp17.971 per USD dari sebelumnya Rp18.141 per USD.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan pemulihan rupiah seiring membaiknya sentimen pasar dan langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia (BI).
"Setelah sempat menyentuh level terlemah di Rp18.190 per USD pada awal pekan, rupiah mulai menunjukkan pemulihan seiring membaiknya sentimen pasar dan langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia," ucap dia, dilansir Antara, Rabu, 10 Juni 2026.
Kendati demikian, pergerakan rupiah disebut masih berpotensi fluktuatif karena pasar terus mencermati perkembangan sentimen global maupun domestik.
Perhatian investor saat ini masih tertuju pada perkembangan konflik di Timur Tengah yang dapat memengaruhi minat pasar terhadap aset berisiko.
.jpg)
Ilustrasi mata uang dolar AS. Foto: dok MI.
Pelaku pasar tunggu rilis data inflasi AS
Selain itu, lanjutnya, pelaku pasar juga menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat yang akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
"Jika inflasi AS masih tinggi, dolar AS berpotensi menguat karena pasar akan memperkirakan suku bunga tetap tinggi lebih lama. Sebaliknya, jika inflasi lebih rendah dari perkiraan, tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, dapat berkurang," ungkap Amru.
Melihat faktor domestik, sentimen positif datang dari keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen.
Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan kepercayaan pasar terhadap komitmen BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar.
"Hal ini terlihat dari penguatan rupiah setelah pengumuman kenaikan suku bunga. Selain itu, komunikasi aktif BI dengan investor global juga turut membantu menjaga optimisme terhadap prospek ekonomi dan pasar keuangan Indonesia," kata dia.