Ilustrasi. Foto: dok MI/Ramdani.
Rupiah Naik 76 Poin ke Level Rp17.805/USD
Ade Hapsari Lestarini • 1 June 2026 16:58
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan sore ini kembali menguat. Mata uang Garuda itu sempat turun pada perdagangan pagi.
Mengacu data Bloomberg, Senin, 1 Juni 2026, rupiah naik hingga 76 poin atau setara 0,43 persen ke posisi Rp17.805 per USD jika dibandingkan perdagangan pagi yang berada di posisi Rp17.845 per USD.
Sementara berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah tak bergerak dan masih berada di posisi Rp17.878 per USD.
Adapun data informasi kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat rupiah masih berada di posisi Rp17.883 per USD per Jumat, 29 Mei 2026. JISDOR adalah kurs referensi bank sentral yang digunakan sebagai dasar transaksi perdagangan berbasis valuta asing.

Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.
Rupiah masih fluktuatif
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi sebelumnya memprediksi rupiah akan bergerak secara fluktuatif. Meski demikian, rupiah diprediksi akan melemah.
"Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.800 per USD," jelas Ibrahim.
Ibrahim mengungkapkan, pergerakan nilai tukar rupiah pada hari ini dipengaruhi oleh sentimen pasar yang membaik setelah muncul laporan Washington dan Teheran telah mencapai draf kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari, sementara negosiasi terus berlanjut mengenai program nuklir Iran dan isu-isu keamanan regional. Usulan kesepakatan tersebut masih memerlukan persetujuan dari Presiden AS Donald Trump.
"Prospek kesepakatan damai telah mengurangi kekhawatiran atas kekurangan pasokan langsung dan mendukung harapan aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz dapat secara bertahap kembali normal. Namun, lalu lintas melalui jalur air strategis tersebut tetap jauh di bawah tingkat sebelum konflik, sehingga premi risiko geopolitik tetap tertanam di pasar minyak," papar Ibrahim.