Trump Tunjuk Kevin Warsh Jadi Bos The Fed Gantikan Powell

Kevin Warsh, mantan Gubernur The Fed yang ditunjuk Trump gantikan Powell. Foto: hoover.org

Trump Tunjuk Kevin Warsh Jadi Bos The Fed Gantikan Powell

Husen Miftahudin • 31 January 2026 09:10

New York: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menominasikan Kevin Warsh, mantan gubernur Federal Reserve, untuk menjadi ketua bank sentral berikutnya.

Nominasi tersebut muncul dua hari setelah keputusan The Fed yang mempertahankan suku bunga dana federal tidak berubah pada level 3,50 persen hingga 3,75 persen. Meski demikian, penunjukkan tersebut perlu persetujuan Senat AS terlebih dahulu.

"Saya sudah mengenal Kevin sejak lama, dan saya yakin dia akan dikenang sebagai salah satu Ketua Fed terhebat, mungkin yang terbaik. Selain itu, dia adalah sosok yang sangat cocok untuk peran tertentu, dan dia tidak akan pernah mengecewakan Anda," kata Trump dalam unggahan Truth Social pribadinya yang mengumumkan pemilihan tersebut, dikutip Xinhua, Sabtu, 31 Januari 2026.

Warsh, 55 tahun, saat ini menjabat sebagai Shepard Family Distinguished Visiting Fellow di bidang Ekonomi di Hoover Institution dan dosen di Stanford Graduate School of Business. Ia juga merupakan mitra Stanley Druckenmiller di Duquesne Family Office LLC.

Warsh menjadi Gubernur Fed termuda pada usia 35 tahun, dan menjabat sebagai anggota dewan gubernur Sistem Federal Reserve pada 2006 hingga 2011.

Media lokal melaporkan terpilihnya Warsh kemungkinan tidak akan mengguncang pasar karena pengalamannya di The Fed sebelumnya. Wall Street berpendapat Warsh tidak akan selalu menuruti perintah Trump.
 

Baca juga: Ogah 'Nurut' Trump, Fed Tahan Suku Bunga di Level 3,50-3,75%


(Gedung The Fed. Foto: bigalpha.id)
 

Masa jabatan Powell berakhir Mei 2026


Diketahui, Ketua Fed Jerome Powell dinominasikan oleh Trump pada November 2017 dan terpilih untuk menjabat pada Februari 2018. Ia lantas terpilih kembali untuk periode kedua pada Mei 2022. Masa jabatan empat tahun keduanya sebagai Ketua Fed akan berakhir pada Mei 2026.

Sejak pengangkatan Powell pada 2018, Trump terus-menerus menekan Powell untuk menurunkan suku bunga secara agresif. Bahkan setelah tiga kali penurunan suku bunga berturut-turut di akhir 2025, Trump tetap mendesak penurunan suku bunga dan mengkritik Powell atas pembengkakan biaya dalam renovasi besar-besaran kantor pusat The Fed di Washington, DC.

Pada pertengahan Januari, Departemen Kehakiman mengeluarkan surat panggilan kepada Powell, mengancam akan mengajukan dakwaan pidana terkait kesaksian Powell di hadapan Komite Perbankan Senat pada Juni 2025 mengenai proyek miliaran dolar bank sentral untuk merenovasi kantor pusatnya.

Dalam langkah yang tidak biasa, Powell menghadiri sidang argumen lisan tentang kasus Gubernur Fed Lisa Cook di Mahkamah Agung, menyebut kasus tersebut sebagai kasus hukum terpenting dalam sejarah Fed selama 113 tahun.

Mahkamah Agung mendengarkan argumen lisan terkait upaya kontroversial pemerintah untuk mencopot Cook dari Dewan Gubernur Federal Reserve.

Trump memecat Cook pada Agustus tahun lalu, menuduhnya membuat pernyataan palsu dalam permohonan hipotek dan bertujuan untuk menggantikannya dengan gubernur pilihannya sendiri di dewan pengawas Federal Reserve. Cook membantah melakukan kesalahan apa pun.

Menanggapi pertanyaan tentang independensi The Fed pada konferensi pers setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal pada Rabu lalu, Powell memberikan pembelaan yang kuat, dengan mengatakan itu adalah landasan demokrasi modern dan perlindungan terhadap politisasi kebijakan moneter.

"Alasannya adalah kebijakan moneter dapat digunakan, Anda tahu, selama siklus pemilihan untuk memengaruhi perekonomian dengan cara yang akan menguntungkan secara politik. Jika Anda kehilangan itu, akan sulit untuk mempertahankannya," tukas Powell.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)