Ilustrasi emas. Foto: Pixabay
Prediksi Harga Emas Hari Ini, Investor Waspadai Pelemahan
Eko Nordiansyah • 1 September 2026 11:21
Jakarta: Pergerakan harga emas atau XAUUSD diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan Selasa, 1 September 2026.
Berdasarkan analisis Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, harga emas pada time frame H4 belum menunjukkan sinyal penguatan yang cukup untuk mengubah tren jangka pendek.
Ia mengatakan, harga belum mampu mencatatkan penutupan di atas resistance USD4.464 dan justru membentuk swing high baru. Kondisi tersebut mengindikasikan tekanan jual masih cukup kuat sehingga XAUUSD berpotensi melanjutkan penurunan menuju area support USD4.415 hingga USD4.396.
"Pada grafik H4, upaya buyer untuk membawa harga emas melewati resistance USD4.464 masih belum berhasil," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa, 1 September 2026.
Menurut analisis Dupoin Futures, kegagalan tersebut menjadi perhatian karena resistance tersebut merupakan level yang perlu ditembus untuk membuka ruang penguatan berikutnya. Selama harga belum mampu ditutup secara meyakinkan di atas level tersebut, seller masih memiliki peluang untuk mempertahankan tekanan dan mendorong harga menuju area yang lebih rendah.
Pembentukan swing high baru juga menjadi bagian penting dalam membaca pergerakan XAUUSD saat ini. Kondisi tersebut menunjukkan harga masih bergerak dalam struktur yang belum sepenuhnya mendukung kelanjutan tren bullish. Geraldo melihat tekanan jual masih berpotensi mendominasi apabila harga terus gagal menembus resistance USD4.464.
"Dalam skenario bearish, area support USD4.415 menjadi level pertama yang perlu diperhatikan," ungkap Geraldo.
Apabila support USD4.415 tidak mampu menahan tekanan jual, harga emas berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area USD4.396. Zona tersebut menjadi support berikutnya dalam proyeksi Dupoin Futures. Respons harga di sekitar kedua level tersebut akan menjadi penting untuk melihat apakah tekanan bearish masih berlanjut atau buyer mulai kembali masuk ke pasar.
"Rebound dari area support dapat membuka peluang pemulihan, sementara penembusan support berpotensi memperkuat tekanan penurunan," ujarnya.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Unplash)
Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed
Dari sisi fundamental, pasar emas saat ini masih dipengaruhi oleh perubahan ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve atau The Fed. Komentar Kevin Warsh dalam agenda Jackson Hole sebelumnya mendorong pasar untuk meningkatkan perhatian terhadap kemungkinan perubahan suku bunga pada September."Kondisi tersebut membuat investor semakin sensitif terhadap pergerakan yield Treasury AS karena perubahan imbal hasil obligasi dapat memengaruhi daya tarik emas," jelas dia.
Menurut dia, kenaikan yield Treasury cenderung memberikan tekanan terhadap emas karena logam mulia tidak menawarkan imbal hasil. Sedangkan ketika yield instrumen obligasi meningkat, ia menyebut, investor memiliki alternatif aset yang memberikan tingkat pengembalian lebih tinggi.
Sebaliknya, penurunan yield dapat memberikan ruang bagi emas untuk kembali mendapatkan minat beli. Karena itu, pergerakan Treasury Yield akan menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pasar dalam menentukan arah XAUUSD hari ini.
Selain yield, ia mengatakan, pergerakan dolar AS juga menjadi faktor penting bagi harga emas. Ekspektasi terhadap suku bunga The Fed dapat memengaruhi kekuatan dolar dan kemudian berdampak terhadap harga logam mulia.
"Apabila ekspektasi kenaikan suku bunga kembali menguat, dolar AS berpotensi mendapatkan dukungan dan memberikan tekanan tambahan terhadap XAUUSD. Namun, pelemahan dolar dapat menjadi faktor yang membantu membatasi penurunan emas," katanya.
Faktor geopolitik masih jadi sorotan
Di sisi lain, risiko geopolitik masih menjadi faktor yang dapat memberikan dukungan terhadap emas. Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkatkan perhatian investor terhadap aset safe haven. Dalam kondisi ketidakpastian geopolitik, emas kerap menjadi salah satu instrumen yang dicari investor untuk mengurangi risiko portofolio."Sentimen tersebut berpotensi menahan pelemahan XAUUSD meskipun indikator teknikal masih menunjukkan tekanan bearish," ujar dia.
Pada perdagangan pagi, harga emas berada di sekitar USD4.450 per troy ounce. Level tersebut menjadi perhatian karena posisinya berada di antara resistance USD4.464 dan support yang diproyeksikan berada di kisaran USD4.415–USD4.396. Dengan demikian, pergerakan harga setelah menyentuh area resistance maupun support dapat memberikan petunjuk mengenai arah selanjutnya.
Pelaku pasar juga masih menunggu rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat berikutnya. Data tersebut berpotensi memengaruhi kembali ekspektasi terhadap kebijakan The Fed, khususnya terkait arah suku bunga. Jika data menunjukkan kondisi ekonomi yang lebih kuat, peluang kebijakan moneter ketat dapat meningkat dan berpotensi menekan emas.
"Sebaliknya, data ekonomi yang lebih lemah dapat mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dan memberikan dukungan terhadap XAUUSD," jelas Geraldo.
Dengan mempertimbangkan faktor teknikal dan fundamental tersebut, Geraldo masih melihat peluang pelemahan harga emas pada perdagangan hari ini. Kegagalan menembus resistance USD4.464 dan terbentuknya swing high baru menjadi dasar bagi proyeksi penurunan menuju support USD4.415 hingga USD4.396.
"Namun, faktor geopolitik dan perkembangan ekspektasi suku bunga The Fed tetap perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan volatilitas dan mengubah arah pergerakan XAUUSD dalam waktu singkat," ungkapnya.