18.504 Polisi Siap Mengawal Penyampaian Aspirasi Warga Pati di Jakarta Pusat

Ribuan personel kepolisian dikerahkan untuk melayani penyampaian aspirasi di sejumlah wilayah Jakarta Pusat. Foto: Humas Polres Jakpus.

18.504 Polisi Siap Mengawal Penyampaian Aspirasi Warga Pati di Jakarta Pusat

Siti Yona Hukmana • 27 August 2026 08:30

Jakarta: Sebanyak 18.504 personel kepolisian disiapkan untuk mengamankan dan melayani penyampaian aspirasi yang digelar di sejumlah titik di wilayah Jakarta Pusat, Kamis, 27 Agustus 2026. Pengamanan dilakukan berlapis untuk memastikan penyampaian pendapat warga Pati itu berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

"Kami hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat yang menyampaikan aspirasi," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung dalam keterangan tertulis, Kamis, 27 Agustus 2026.

Kapolres memimpin langsung pengamanan aksi di Zona 1, kawasan Ring 1 DPR/MPR RI. Pengamanan mulai dilakukan sejak pukul 07.00 WIB dengan melibatkan sejumlah pejabat utama dan perwira pengendali.

Sementara itu, Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Mirzal Maulana memimpin pelayanan pengamanan aksi di wilayah hukum Polsek Metro Gambir. Pengamanan dibagi dalam sejumlah zona untuk mengantisipasi konsentrasi massa sekaligus menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat.

Zona 2 meliputi sejumlah titik di sekitar kompleks DPR/MPR RI hingga Fly Over Semanggi. Zona 3 mencakup Pintu Escape SPARK, TVRI, TL Hotel Mulia dan TL Asia Afrika. Selanjutnya, Zona 4 meliputi kawasan Gerbang Pancasila, sementara Zona 5 mencakup Pospol Palmerah, Stasiun Palmerah, Masjid DPR hingga Gedung LHK.

Adapun Zona 6 meliputi kawasan BPK RI, Lorong Warga dan Ladokgi Atas. Personel juga disiagakan di kawasan Bundaran HI dan Dukuh Atas untuk mengantisipasi pergerakan massa serta dampak terhadap arus lalu lintas.

Dalam pelaksanaan pengamanan, personel kepolisian yang bertugas tidak membawa senjata api maupun senjata tajam. Hal tersebut sebagai bentuk komitmen Polri mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam memberikan pelayanan serta pengamanan aksi unjuk rasa.

"Kami hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Anggota yang bertugas tidak membawa senjata api maupun senjata tajam. Kami mengedepankan pendekatan humanis, komunikasi, dan persuasif dalam melayani masyarakat," ujar Reynold.

Ribuan personel kepolisian dikerahkan untuk melayani penyampaian aspirasi di sejumlah wilayah Jakarta Pusat. Foto: Humas Polres Jakpus.

Selain pengamanan massa, personel lalu lintas disiapkan mengatur maupun pengalihan arus lalu lintas secara situasional. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan apabila terjadi peningkatan kepadatan atau massa aksi menutup ruas jalan tertentu. Reynold mengimbau masyarakat yang akan melintas di sekitar lokasi penyampaian aspirasi untuk memperhatikan perkembangan situasi di lapangan dan mengikuti arahan petugas.

"Untuk pengguna jalan, kami mengimbau agar menghindari sementara titik-titik yang menjadi lokasi aksi apabila terjadi kepadatan. Ikuti arahan petugas di lapangan dan gunakan jalur alternatif. Rekayasa atau pengalihan arus lalu lintas akan dilakukan secara situasional sesuai perkembangan di lapangan," kata Reynold.

Reynold juga mengimbau massa tidak melakukan tindakan anarkis maupun merusak fasilitas umum. Ia mengajak seluruh elemen yang terlibat untuk bersama-sama menjaga Jakarta Pusat tetap aman dan kondusif.

"Mari kita kawal penyampaian aspirasi ini agar berjalan dengan tertib, damai, dan tidak mengganggu keamanan maupun aktivitas masyarakat," ujar Reynold.

(Siti Yona Hukmana)