KP2MI Sebut Tak Ada PMI Jadi Korban Koflik Timteng

Kondisi salah satu wilayah Iran setelah diserang Israel. Foto: Anadolu.

KP2MI Sebut Tak Ada PMI Jadi Korban Koflik Timteng

Anggi Tondi Martaon • 5 March 2026 09:54

Jakarta: Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) terus memantau secara intensif perkembangan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah menyusul meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Hingga saat ini, belum terdapat laporan pekerja migran Indonesia (PMI) yang mengalami insiden keselamatan secara langsung akibat perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut. 

"Namun demikian, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat dinamika situasi yang berkembang cepat," dikutip dari keterangan tertulis KP2MI, Kamis, 5 Maret 2026.

Sebagai langkah antisipatif, KP2MI telah melakukan koordinasi erat dengan Kementerian Luar Negeri serta Perwakilan RI (KBRI dan KJRI) di kawasan Timur Tengah. Hal itu dilakukan untuk memastikan kondisi PMI tetap aman dan terlindungi.

Adapun langkah-langkah yang telah dan sedang dilakukan yaitu membentuk Tim Crisis Monitoring Ditjen Pelindungan. Tim tersebut bertugas memantau situasi secara harian, pendataan PMI, pelaporan berkala, serta menyiapkan langkah-langkah mitigasi pelindungan.

Kemudian, terus melakukan pemantauan situasi secara berkala di negara-negara penempatan PMI yang berpotensi terdampak. KP2MI juga melakukan pendataan PMI sebagai langkah kesiapsiagaan apabila diperlukan evakuasi.

KP2MI juga menyusun dan menyebarluaskan informasi publik serta literasi digital dalam bentuk infografis dan panduan kewaspadaan bagi PMI dan keluarga PMI terkait perkembangan situasi. Lalu, mengaktifkan layanan pengaduan khusus PMI kawasan Timur Tengah melalui hotline omnichannel pengaduan khusus Timur Tengah.

Langkah lainnya yang dilakukan yaitu pengetatan dan/atau penundaan sementara pengiriman PMI ke wilayah tertentu yang dinilai berisiko tinggi, sesuai hasil asesmen situasi KP2MI juga mengimbau PMI untuk menghindari lokasi-lokasi rawan, membatasi aktivitas di luar kebutuhan mendesak, serta mengikuti arahan perwakilan RI.

"Meningkatkan koordinasi dengan KBRI/KJRI apabila diperlukan langkah pelindungan lebih lanjut," bunyi keterangan resmi KP2MI.

KP2MI juga memastikan pemerintah bakal memfasilitasi PMI yang memutuskan pulang ke Tanah Air. Proses pemulangan bakal dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.

Serangan AS-Israel ke wilayah Iran. Foto: Anadolu.

Selain itu, bagi PMI yang membutuhkan dukungan psikologis akibat situasi yang berkembang. KP2MI juga menyiapkan layanan pendampingan psikologis, termasuk konsultasi psikologis secara daring (online).

KP2MI mengimbau seluruh PMI di kawasan Timur Tengah untuk tetap tenang dan tidak panik Pahlawan devisa negara itu diminta selalu mengikuti informasi resmi dari Pemerintah Indonesia dan Perwakilan RI.

"Segera melapor kepada KBRI/KJRI terdekat apabila menghadapi situasi darurat atau membutuhkan bantuan," bunyi keterangan KP2MI.

Pemerintah Indonesia melalui KP2MI menegaskan bahwa keselamatan dan pelindungan PMI merupakan prioritas utama. KP2MI akan terus mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara adaptif sesuai perkembangan situasi di kawasan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)