Warga terdampak bencana bersilaturahim dalam momentum Idulfitri 1447 Hijriah di Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Jumat, 20 Maret 2026. ANTARA/Kuntum Khaira Riswan
Dibayangi Dampak Bencana, Warga Agam Rayakan Idulfitri Secara Sederhana
Silvana Febiari • 20 March 2026 16:39
Agam: Warga di sejumlah nagari (desa) di Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar) tetap menjalin tradisi silaturahim Idulfitri secara sederhana. Mereka mengaku masih dibayangi dampak bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada November 2025 lalu.
Di salah satu sudut kampung, terlihat warga yang rumahnya berada tepat di tepi sungai kering dan berbatu merayakan hari raya. Perayaan kali ini berlangsung tanpa kemeriahan seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau sekarang kita maklumi, ada pindah dari kampung di sini. Jadi, terasa berbeda dari suasana tahun dulu, kemeriahan dalam keadaan seperti ini aja, ke rumah sanak saudara yang masih terjangkau di sekitar sini aja,” kata warga Agam, Alimin, yang membiarkan pintu rumahnya terbuka, pertanda siap menerima tamu, seperti dilansir Antara, Jumat, 20 Maret 2026.
Di ruang tamu rumahnya, hanya tersaji kue-kue Lebaran bantuan yang ditata seadanya. Hidangan khas seperti ketupat dan daging rendang pun tidak tampak, karena semua tersedia berasal dari bantuan.
Kondisi rumah di lokasi tersebut masih menunjukkan bekas bencana. Bagian samping kanan dan depan rumah tertutup bebatuan besar yang terbawa arus saat banjir bandang dan longsor menerjang kawasan itu.
Suasana di sekitar kampung juga terlihat lengang. Kondisi ini berbeda dari perayaan Idulfitri yang biasanya ramai.
Sementara itu, suasana berbeda terlihat di jalan-jalan utama Jorong Bancah, Nagari Maninjau, tetangga Nagari Sungai Batang. Sejumlah warga tampak berjalan kaki, aktivitas saling mengunjungi antarwarga masih berlangsung, menciptakan nuansa Idulfitri yang lebih terasa.
Salah satunya Rina, yang tampak sibuk bermaaf-maafan dengan tetangga yang masih merupakan sanak saudaranya. Di ruang tamunya terlihat biskuit dan kue seadanya untuk menyambut tamu yang datang berkunjung.?
Rumah yang ditempati oleh orang tuanya itu, sempat terendam air cukup tinggi saat banjir bandang melanda. Bekas lumpur yang dibersihkan kini ditumpuk di sisi rumah hingga menutup kolam empang milik mereka.
“Paling hanya silaturahim ke sanak saudara, ke keluarga, ke rumah amak, tidak ada yang spesial, tetapi silaturahim tetap dilakukan ke rumah yang dekat-dekat saja,” ujarnya.
Kendati berada di tengah pemulihan pasca-bencana, tradisi khas anak-anak di Ranah Minang tetap berlangsung. Sejumlah anak terlihat melakukan “manambang”, yakni berkeliling dari rumah ke rumah untuk menerima uang tunai atau tunjangan hari raya (THR) dari saudara dan tetangga.
Tradisi ini umumnya dilakukan oleh anak-anak usia sekolah dasar dan menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idulfitri.

Suasana Salat Idulfitri di lokasi terdampak bencana di Jorong Labuah, Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Jumat, 20 Maret 2026. ANTARA/Kuntum Khaira Riswan
Berdasarkan data Dashboard Satu Data Bencana Sumatera Barat, sebanyak 272 unit bangunan di Nagari Sungai Batang mengalami kerusakan dengan tingkat ringan, sedang, hingga berat. Total kerugian ditaksir mencapai Rp98,7 miliar.
Sedangkan di Nagari Maninjau, bangunan yang terdampak lebih sedikit, yakni dua unit rumah hanyut dan hilang, serta 115 unit terdampak kerusakan. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp44,8 miliar.
Diketahui, masyarakat Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang telah melaksanakan salat Idulfitri pada hari ini. Setelah salat, warga saling bermaaf-maafan dan kembali ke rumah masing-masing.