American Donat jadi ikon Jakarta Fair. Foto: Metrotvnews.com/Ade Hapsari.
American Donat Jadi 'Ikon' Jakarta Fair, Ini Strategi Bisnisnya
Ade Hapsari Lestarini • 10 July 2026 20:37
Jakarta: Di tengah menjamurnya merek donat modern dengan berbagai varian rasa, American Donat memilih mempertahankan resep klasik yang telah menjadi identitas bisnis keluarga selama hampir enam dekade.
Usaha kuliner yang berdiri sejak 1968 itu kini memasuki generasi ketiga. Janice Callista, penerus bisnis keluarga, mengatakan American Donat tetap mempertahankan cita rasa warisan sang kakek sambil perlahan melakukan inovasi agar tetap relevan di mata konsumen muda.
"American Donat sudah ada sejak 1968, dari zaman kakek saya. Sekarang kami sudah masuk generasi ketiga dan saya menjalankannya bersama papa sebagai generasi kedua," ujar Janice kepada Metrotvnews.com, saat ditemui di Jakarta Fair Kemayoran.
Menurut dia, tantangan terbesar bukan sekadar menghadapi persaingan industri makanan dan minuman (F&B), melainkan menjaga konsistensi kualitas yang selama puluhan tahun menjadi alasan pelanggan terus kembali.
Generasi muda, kata Janice, kini cenderung mencari produk dengan berbagai varian rasa seperti matcha atau stroberi. Namun American Donat memilih tetap mempertahankan produk utamanya sebagai simbol nostalgia bagi pelanggan lama.
"Kami memang ingin mempertahankan rasa klasik. Orang datang ke American Donat karena mencari kenangan, bukan sekadar mencoba rasa baru," kata dia.
Meski demikian, perusahaan mulai melakukan pengembangan produk melalui kehadiran brownies donat dan muffin. Kedua produk tersebut merupakan inovasi yang diperkenalkan pada era generasi ketiga tanpa mengubah resep utama American Donat.
Bertahan di Jakarta Fair
Berbeda dengan banyak merek kuliner yang mengandalkan gerai permanen maupun platform pesan antardaring, American Donat hingga kini masih mengusung konsep penjualan eksklusif di kawasan Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran.
Selain hadir setiap penyelenggaraan Jakarta Fair, American Donat juga mengikuti sejumlah pameran besar yang digelar di lokasi tersebut.
"Kami memang tumbuh bersama Jakarta Fair. Banyak yang bertanya kenapa tidak membuka toko di mana-mana, tetapi itu memang menjadi bagian dari identitas kami," ujar Janice.

Janice, generasi ketiga yang menjalankan bisnis American Donat. Foto: Metrotvnews.com/Ade Hapsari.
Ia mengakui peluang ekspansi tetap terbuka. Namun hingga kini perusahaan memilih menjaga eksklusivitas merek sembari memastikan kualitas produk tetap terjaga. Untuk pemesanan di luar pameran, American Donat bisa melayani pesanan dalam jumlah besar, terutama dari perusahaan maupun penyelenggara acara melalui media sosial.
Janice menilai persaingan bisnis donat saat ini semakin ketat dengan hadirnya berbagai pemain baru. Meski demikian, ia optimistis American Donat memiliki segmen pasar tersendiri berkat karakteristik produk yang berbeda. American Donat dikenal sebagai cake donut dengan tekstur khas yang dipertahankan sejak pertama kali diproduksi.
"Tantangan kami bukan mengikuti tren, tetapi menjaga kualitas dan rasa yang sudah diwariskan sejak generasi pertama," ujar dia singkat.
Menurut Janice, kondisi penjualan selama Jakarta Fair 2026 masih relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya meski daya beli masyarakat tengah menghadapi tantangan. Ia mengaku banyak pelanggan yang datang dari luar kota setelah mencari informasi melalui media sosial.
"Puji Tuhan sampai sekarang masih stabil. Bahkan banyak yang menghubungi kami lewat Instagram karena memang ingin membeli lagi saat datang ke Jakarta Fair," kata dia.
Regenerasi bisnis
Sebagai bisnis keluarga, American Donat juga terus menyiapkan regenerasi agar usaha yang telah berjalan hampir 60 tahun tetap berlanjut.
Janice mengaku tidak hanya mengelola operasional usaha, tetapi juga mempelajari langsung proses pembuatan donat agar resep warisan keluarga tetap terjaga.
"Saya belajar membuat donat karena memang harus diteruskan. Ini adalah warisan keluarga yang ingin kami jaga," tambah dia.
Ke depan, American Donat berharap Jakarta Fair terus berkembang sebagai ruang bagi pelaku usaha legendaris untuk bertemu dengan pelanggan lama sekaligus memperkenalkan produknya kepada generasi baru.
"Kami ingin tetap hadir untuk pelanggan yang sudah bersama kami sejak dulu sekaligus memperkenalkan American Donut kepada generasi sekarang," ujar dia.