Ilustrasi kenaikan harga emas. Foto: Freepik.
Harga Emas Dunia Melonjak Lebih dari 2%
Husen Miftahudin • 15 June 2026 09:37
Chicago: Harga emas dunia melonjak lebih dari dua persen dalam perdagangan Asia pada Senin setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran menyepakati perjanjian perdamaian sementara untuk mengakhiri konflik Timur Tengah.
Kondisi tersebut menyebabkan harga minyak anjlok dan meredakan beberapa kekhawatiran tentang inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi.
Mengutip Investing.com, Senin, 15 Juni 2026, harga emas spot sebagai harga pasar emas dunia saat ini, naik sebanyak 2,3 persen menjadi USD4.317,32 per troy ons.
Sementara kontrak berjangka emas AS sebagai patokan harga emas dunia untuk kontrak beli atau jual emas untuk Agustus, naik sebesar 2,4 persen menjadi USD4.338,75 per troy ons.
Kenaikan tersebut memperpanjang pemulihan harga emas dunia dari titik terendah multi-bulan pekan lalu yang berada pada level di sekitar USD4.000 per troy ons.
| Baca juga: Harga Emas Naik Didukung Harapan Kesepakatan Damai AS-Iran |
Kesepakatan perdamaian AS-Iran
Para pejabat AS dan Iran mengatakan mereka telah mencapai kerangka kerja perdamaian yang akan menghentikan permusuhan, mengakhiri blokade AS terhadap Iran, dan membuka kembali Selat Hormuz, jalur penting untuk pengiriman minyak global.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan perjanjian itu akan ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat.
Pengumuman tersebut memicu penurunan tajam harga minyak mentah, dengan harga minyak mentah Brent turun lebih dari empat persen menjadi sekitar USD84 per barel karena para pedagang memperkirakan kembalinya aliran minyak dari Teluk dan berkurangnya risiko gangguan pasokan.
Dolar AS juga melemah terhadap sekeranjang mata uang utama. Indeks dolar AS terakhir turun 0,2 persen.
Emas telah berada di bawah tekanan selama sebagian besar konflik meskipun secara tradisional berstatus sebagai aset tempat berlindung yang aman. Perang telah mendorong harga minyak naik tajam, memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong investor untuk mengantisipasi suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.
Ekspektasi tersebut mendorong penguatan dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah, mengurangi daya tarik emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
Menanti kebijakan moneter Fed
Ekspektasi pasar terhadap pengetatan kebijakan moneter AS lebih lanjut mereda setelah pengumuman perdamaian. Para pedagang kini memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan Desember sebesar 49 persen, turun dari 69 persen seminggu sebelumnya, menurut alat CME FedWatch .
Para investor kini menantikan pertemuan kebijakan The Fed pada 16-17 Juni, di mana para pembuat kebijakan secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah sambil memberikan proyeksi ekonomi terbaru.
Di tempat lain minggu ini, Bank Sentral Jepang diperkirakan akan menaikkan suku bunga menjadi 1,0 persen, sementara Bank Sentral Inggris secara luas dianggap akan mempertahankan suku bunga saat ini.
Di antara logam mulia lainnya, harga perak naik 3,3 persen menjadi USD70,24 per troy ons. Sementara platinum naik 3,2 persen menjadi USD1.776,60 per troy ons.