Daftar 10 Kota Terpadat di Dunia, Jakarta Termasuk?

Ilustrasi, pertumbuhan penduduk di Indonesia melambat. Foto: Anadolu.

Daftar 10 Kota Terpadat di Dunia, Jakarta Termasuk?

Riza Aslam Khaeron • 26 May 2026 17:06

Jakarta: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Divisi Kependudukan Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial merilis laporan World Urbanization Prospects untuk periode November 2025. Dalam laporan tersebut, Jakarta menempati peringkat pertama sebagai kota terpadat di dunia dengan populasi mencapai 41,9 juta jiwa.
 
Bersamaan dengan rilis laporan tersebut, populasi penduduk dunia yang tinggal di kawasan perkotaan diperkirakan akan terus melonjak. Hal ini didasarkan pada data yang menyatakan bahwa sekitar 45 persen dari total 8,2 miliar penduduk dunia kini tinggal di wilayah perkotaan.

Daftar Kota Terpadat di Dunia


Ilustrasi kemacetan di Jakarta. Foto: Dok. MI/Usman Iskandar

Jakarta berhasil menggeser Tokyo yang telah menduduki urutan pertama sebagai kota terpadat di dunia selama lebih dari sepuluh tahun. Selain Jakarta, berikut adalah daftar kota-kota lain yang masuk ke dalam daftar kota terpadat di dunia:
  1. Jakarta, Indonesia: 41,9 juta jiwa
  2. Dhaka, Bangladesh: 36,6 juta jiwa
  3. Tokyo, Jepang: 33,4 juta jiwa
  4. New Delhi, India: 30,2 juta jiwa
  5. Shanghai, China: 29,6 juta jiwa
  6. Guangzhou, China: 27,6 juta jiwa
  7. Kairo, Mesir: 25,6 juta jiwa
  8. Manila, Filipina: 24,7 juta jiwa
  9. Kolkata, India: 22,6 juta jiwa
  10. Seoul, Korea Selatan: 22,5 juta jiwa

Alasan Jakarta Menjadi Kota Terpadat di Dunia

Mengutip dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa faktor utama mengapa Jakarta menduduki posisi teratas sebagai kota terpadat di dunia:

1. Pusat Ekonomi dan Bisnis

Jakarta hadir sebagai urat nadi perekonomian nasional. Kota ini memiliki konsentrasi lapangan kerja, peluang bisnis, dan perputaran uang tertinggi di Indonesia, sehingga menarik minat jutaan pendatang untuk melakukan urbanisasi setiap tahunnya.

2. Fasilitas Umum yang Memadai

Selain unggul dalam sektor ekonomi dan bisnis, Jakarta juga unggul dalam penyediaan fasilitas umum, khususnya moda transportasi massal. Berbagai pilihan transportasi umum kini tersedia dan menawarkan tarif yang relatif terjangkau, seperti KRL Commuter Line, TransJakarta, JakLingko, MRT, dan LRT.
 
Baca Juga:
7 Negara Paling Bebas Korupsi di Dunia, Denmark Teratas 

3. Urbanisasi dan Mobilitas Penduduk

Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, menegaskan bahwa angka 42 juta jiwa tersebut bukanlah jumlah penduduk resmi yang menetap di Jakarta, melainkan prediksi dari besarnya aktivitas dan mobilitas harian yang terjadi di wilayah megapolitan tersebut.

“Jakarta memang sangat sibuk, tetapi jumlah penduduk resminya adalah 11 juta jiwa sesuai data administrasi kependudukan,” jelasnya pada Kamis, 27 November 2025.

Data Dukcapil menghitung jumlah penduduk berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang teregistrasi beralamat di Jakarta. Berdasarkan data kependudukan bersih pada semester I tahun 2025, data resmi negara mencatat sebanyak 11.010.514 jiwa.

Dengan demikian, angka tinggi yang dilaporkan oleh PBB tersebut merupakan data aktivitas harian, bukan jumlah penduduk resmi yang tercatat berdasarkan kepemilikan NIK.

Hal ini berkaitan erat dengan tingginya mobilitas jutaan orang yang beraktivitas di Jakarta setiap harinya. Menurut Denny, mereka umumnya berasal dari delapan wilayah penyangga seperti Bogor, Depok, dan Bekasi, yang datang untuk bekerja, sekolah, berbisnis, hingga kegiatan lainnya.

“Mobilitas inilah yang membuat Jakarta terasa jauh lebih padat daripada jumlah penduduk resminya” jelas Denny.

(Eunike Michelle Gultom)

(Arga Sumantri)