Rupiah Nangkring di Level Rp18.010 Siang Ini

Ilustrasi. Foto: dok MI.

Rupiah Nangkring di Level Rp18.010 Siang Ini

Husen Miftahudin • 8 July 2026 12:29

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan di pagi ini mengalami pelemahan.

Mengutip data Bloomberg, Rabu, 8 Juli 2026, rupiah hingga pukul 12.20 WIB berada di level Rp18.010 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 30 poin atau setara 0,17 persen dari Rp17.980 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp18.005 per USD. Rupiah turun 22 poin atau setara 0,12 persen dari Rp17.983 per USD.
 

 

Tertekan sentimen eskalasi geopolitik


Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan eskalasi geopolitik di Timur Tengah (Timteng) bisa menekan rupiah. "Penyerangan besar AS ke Iran sebagai balasan atas serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz," ucap Lukman seperti dikutip dari Antara.

Mengutip Sputnik, Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan baru ke Iran, dengan Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut operasi tersebut adalah untuk merespons serangan Iran terhadap tiga kapal dagang di Selat Hormuz.

Adapun pada Selasa, 7 Julik 2026, laporan media nasional Iran IRIB menyebutkan sebuah kapal Qatar, Al-Rekayyat, berusaha melewati Selat Hormuz melalui jalur Oman dengan dukungan Angkatan Laut AS. Tetapi, kapal tersebut menjadi sasaran serangan setelah sejumlah peringatan disampaikan.


(Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: MI/Susanto)
 

Cadangan devisa Indonesia naik USD700 juta


Sentimen lainnya berasal dari data cadangan devisa (cadev) Indonesia yang meningkat. Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadev Indonesia pada akhir Juni 2026 mencapai USD145,6 miliar, naik tipis sebesar USD700 juta dari posisi akhir Mei 2026 yang sebesar USD144,9 miliar. Perkembangan posisi cadangan devisa pada Juni 2026 terutama didorong oleh penerimaan pajak dan jasa.

Di sisi lain, perkembangan tersebut terjadi di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah oleh Bank Indonesia sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

Posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2026 setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

"Namun, investor masih mengantisipasi indeks kepercayaan konsumen siang ini yang diperkirakan akan naik ke 125," ungkap Lukman. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.950 per USD sampai Rp18.050 per USD.

(Husen Miftahudin)