Bahar bin Smith. Foto: ANTARA FOTO/ M Agung Rajasa.
Bahar Bin Smith Mangkir Panggilan Polisi
Hendrik Simorangkir • 4 February 2026 15:54
Tangerang: Bahar bin Smith dipastikan tidak datang memenuhi panggilan pemeriksaan di Polres Metro Tangerang Kota pada Rabu, 4 Februari 2026. Pemeriksaan terkait statusnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Cipondoh, Kota Tangerang.
Kuasa hukum Bahar bin Smith, Ichwan Tuankotta, menyatakan ketidakhadiran kliennya disebabkan tim advokasi memiliki agenda lain. Permintaan penundaan telah disampaikan secara tertulis ke pihak kepolisian.
“Kemarin kita sudah kirim surat ke Polres Tangerang Kota. Untuk panggilan pertama, kami belum siap hadir karena tim advokasi banyak agendanya. Kami minta kepada pihak Polres Tangerang Kota untuk ditunda,” ujar Ichwan Tuankotta melalui sambungan telepon, Rabu, 4 Februari 2026.
Ichwan menuturkan pihaknya masih berkoordinasi dengan tim advokasi dan kepolisian untuk menentukan jadwal ulang pemeriksaan.
“Nanti kami koordinasi dulu dengan pihak kepolisian. Dari tim advokasi, kapan pasnya kita hadir? Karena kalau sekarang kita belum ketemu dengan penyidiknya. Kita cocokkan dulu waktunya, jadi dipastikan dulu,” jelas Ichwan.
Sebelumnya, Polres Metro Tangerang Kota telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Bahar bin Smith pada hari tersebut. Hingga waktu yang ditentukan, kepolisian belum mendapat konfirmasi kehadiran.
“Ini belum terinfo datang atau tidaknya, karena ini baru pemanggilan pertama,” ujar Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Prapto Lasono, Rabu, 4 Februari 2026.
.jpg)
Ilustrasi Medcom.id
Prapto menuturkan pihaknya tidak bisa berspekulasi terkait kehadiran Bahar bin Smith dalam pemanggilan pertama ini. “Kita tidak bisa mengandai-andai. Intinya tunggu, mau datang atau tidak, kita belum tahu,” kata Prapto.
Meski demikian, Prapto menegaskan jika tersangka tidak hadir, maka akan ada pemanggilan lanjutan sesuai prosedur. “Kalau tidak datang, ya kita buat panggilan kedua. Kalau kedua tidak datang juga, baru dijemput. Aturannya begitu,” jelas Prapto.