Kondisi jalan ambles di Lenteng Agung. Foto: Antara.
Cegah Jalan Ambles, Pemprov DKI Didorong Audit Geologi dan Drainase
Rahmatul Fajri • 4 June 2026 13:25
Jakarta: Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Agar, tidak hanya fokus pada penanganan jangka pendek terkait jalan ambles di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
"Harus ada pemetaan tentang kondisi tanah yang ada di sekitar kawasan tersebut, apakah kemungkinan ada gerakan tanah, atau potensi terjadinya ambles tidak hanya pada jalan Lenteng Agung tapi juga bisa masuk ke sekitar jaringan rel kereta api," ujar Yayat dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 4 Juni 2026.
Peristiwa tersebut harus menjadi momentum melakukan audit total, terhadap kondisi geologi dan sistem drainase tua di Ibu Kota. Menurut Yayat, penanganan secara parsial di satu titik tidak akan menyelesaikan akar masalah. Sebab, struktur tanah di Jakarta secara umum bersifat labil dan terus mengalami penurunan.
Yayat mengimbau Pemprov DKI meningkatkan kehati-hatian, karena fenomena amblasnya jalan akibat gorong-gorong tua bawah tanah juga kerap melanda kota-kota besar lain, seperti Bandung. Sebagai langkah konkret pencegahan, ia mendorong keterlibatan lintas dinas, untuk mendeteksi potensi ancaman di bawah aspal jalan arteri Jakarta.
Yayat mengatakan pengawasan ketat terhadap kebocoran saluran air bawah tanah, juga krusial dilakukan dinas terkait. Kebocoran drainase yang dibiarkan terus-menerus, akan memicu rembesan air tinggi yang mengikis kekuatan struktur tanah dari dalam.
"Struktur tanah yang melemah akibat rembesan air itu kemudian dihantam lagi oleh tekanan beban tonase ribuan kendaraan dari yang ringan sampai yang berat setiap harinya. Ini yang harus dicegah agar peristiwa serupa tidak terulang di masa depan," jelas Yayat.
.jpeg)
Kondisi jalan ambles di Lenteng Agung, Jaksel. Foto: Metro TV/Iqbal.
Selain itu, Yayat meminta masyarakat ikut proaktif melaporkan kepada pemerintah jika melihat adanya gejala awal penurunan tanah atau keretakan jalan di lingkungan sekitar mereka. Kontur tanah Jakarta yang didominasi tanah lunak dinilai berisiko tinggi ambles.
Ia meminta pemerintah belajar dari pengalaman saat Jalan R.E. Martadinata di Jakarta Utara. Jalan itu ambles total secara dramatis ke arah laut, pada 2010. Penyebabnya, tanah labil.
"Potensi tanah atau jalan amblas ini bisa terjadi di berbagai tempat Jakarta jika memang aspek penurunan tanah, kondisi tanah lunak yang bertambah, dan kondisi tanah yang tidak stabil, ditambah lagi dengan beban volume kendaraan dengan tonase berlebih tidak menjadi perhatian serius kita," kata Yayat.